MasyaAllah ! Gubernur Jawa Timur Berikan Penghargaan kepada UNESA atas Komitmen dalam Memuliakan Melindungi dan Memberdayakan Mahasiswa Disabilitas
M

PASURUAN -KEMPALAN: Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menganugerahkan penghargaan kepada Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sebagai Perguruan Tinggi dengan memuliakan melindungi dan memberdayakan Inklusivitas Terbaik bagi Mahasiswa Disabilitas di Jawa Timur.
Acara yang digelar di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan (03/12)tersebut dihadiri berbagai organisasi penyandang disabilitas Jawa Timur. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Sertifikat penghargaan diterima oleh Direktur UNESA Science Center, Moch Purnomo, mewakili pimpinan universitas.
Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 semakin meriah dengan berbagai agenda yang langsung menyedot perhatian masyarakat. Kegiatan meliputi launching program Disabilitas Jawa Timur Sejahtera” (JAWARA), pameran produk pemberdayaan penyandang disabilitas, dan bazar UMKM Selain itu, disediakan pula layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, yang mendapatkan apresiasi luas dari para peserta dan pengunjung.
Rektor Unesa Cak Hasan menyapa wisudawan penyandang disabilitas saat mengikuti wisuda di graha unesa (foto istimewa)

Kemeriahan semakin terasa saat Carnival Harmony Disabilitas mengawali rangkaian acara menuju puncak HDI. Sebanyak 560 penyandang disabilitas yang merupakan penerima manfaat UPT klaster disabilitas, bersama organisasi disabilitas dari berbagai daerah di Jatim, menampilkan parade busana yang penuh warna. Mereka menyusuri jalan sepanjang 850 meter menuju garis finish di UPT RSBL Pasuruan.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Emil Dardak menegaskan kembali komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong partisipasi penuh penyandang disabilitas dalam berbagai aspek pembangunan.
Menurutnya, prinsip pembangunan daerah harus memberikan ruang bagi semua kelompok, tanpa terkecuali.
“Di momentum HDI 2025, kami tegaskan kembali komitmen Pemprov Jatim yaitu mendorong partisipasi penuh penyandang disabilitas dalam setiap tahapan pembangunan, dengan prinsip No One Left Behind, yang menekankan pentingnya memastikan semua orang, termasuk kelompok paling rentan, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Emil.
Penghargaan kepada UNESA menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian acara tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai kontribusi UNESA sangat signifikan, terutama melalui keberadaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas, yang berperan dalam pengembangan riset, inovasi teknologi bantu, serta layanan pendidikan inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Dua mahasiswa Unesa penyandang disabilitas saat mengikuti wisuda di graha unesa foto istimewa

Purnomo menyampaikan apresiasi dan komitmen UNESA untuk terus memperkuat ekosistem inklusi di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa keberadaan PUI Disabilitas, ditambah dengan program-program layanan inklusi lainnya, merupakan bukti keseriusan UNESA dalam memastikan bahwa setiap mahasiswa, termasuk mahasiswa disabilitas, mendapatkan kesempatan belajar yang adil, aman, dan bermartabat.
Penghargaan ini sekaligus mengukuhkan UNESA sebagai perguruan tinggi pelopor dalam pendidikan inklusif di Indonesia, serta mendorong perluasan praktik baik inklusi di seluruh Jawa Timur.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)









