Oleh: Dr. KH. Shofiyullah Muzammil (Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa, Yogyakarta)
KEMPALAN: Seusai mengikuti acara Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia yang berlangsung dari 9-11 November di Hotel Sultan Jakarta saya diminta untuk menjadi khatib sekaligus imam shalat Jumat di Kediaman Resmi Wakil Presiden RI.
Sungguh ini suatu anugerah yang luar biasa yang saya rasakan. Suatu kesempatan yg sangat langka dan tidak semua orang bisa mendapatkannya.
Terlalu banyak orang hebat dan jauh lebih faqih dan alim dibanding saya, tapi sangat sedikit dari yang banyak itu yang bisa mendapatkan kesempatan ini.
Diundang memberikan khutbah dan menjadi imam shalat Jumat di hadapan Prof. Dr KH Ma’ruf Amin, seorang kiai kharismatik yang alim dan faqih yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden RI, adalah kebahagiaan besar. Jumatan diikuti jamaah dari beberapa staf khusus dan paspampres yang jumlahnya tidak lebih dari 50 orang.
Dalam kesempatan bercengkrama seusai shalat Jumat beliau banyak bercerita soal bagaimana menjaga kesehatan saat pandemi. Meski sudah memasuki usia 78 tahun beliau nampak segar dan sehat. Bahkan beliau punya amalan istiqamah sampai sekarang, puasa Senin sampai dengan Kamis (4 empat hari).
Walau di tengah kunjungan kenegaraan ke berbagai daerah yang jauh dan melelahkan tapi beliau tetap tidak berkenan membatalkan puasa.
Belum lama ini sudah dua kali beliau ke Papua dan minggu depan sudah diagendakan berangkat ke Aceh.
Saya semakin takjub melihat beliau nampak segar dan ceria saat bercerita. Tidak tampak tergurat sedikitpun kelelahan di wajah beliau di tengah jadwal kenegaraan yang sangat padat dan melelahkan.
Semoga sehat selalu, Kiai. Doa kami seluruh bangsa Indonesia bagi kesehatan Kiai dan Bapak Jokowi. Semoga Allah anugerahkan kesehatan, kekuatan, dan kesabaran dalam membawa bangsa ini makmur berdaulat dan sejahtera, baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur, amin. (*)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi