Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 04:39 WIB
Surabaya
--°C

Dorong Inklusivitas, UNESA Gelar ParaFest 2025 dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional

SURABAYA – KEMPALAN : Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus pelopor ramah disabilitas  di Indonesia dengan menggelar serangkaian acara untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang jatuh setiap tanggal 3 Desember. 

Tahun ini, peringatan dikemas dalam festival bertajuk ParaFest 2025, yang mengangkat konsep “Kampung Budaya” sebagai wadah ekspresi dan apresiasi potensi penyandang disabilitas.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Unggulan Iptek Disabilitas (PUID) UNESA dan UNESA Science Center ini berlangsung meriah selama beberapa hari di awal Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Sawunggaling Kampus II Lidah Wetan Surabaya yang di ikuti lebih dari 600 peserta dari berbagai daerah. 

Sebagai kampus yang kuat di bidang pendidikan iklnklusi, seni budaya dan sport science, Unesa menghadirkan Parafest sebagai ruang ramah dan pemberdayaan bagi talenta. Hadir dalam acara tersebut Dirjen Dikti, Komnas Disabilitas RI, Kadinsos Provinsi Jawa Timur, Pemkot Surabaya, Pimpinan Unesa, Mitra DUDI, Pendamping,serta wali murid sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap ekosistem inklusi.

BACA JUGA  Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah

Rangkaian acara di buka dengan Disabilitas Fun Run dan senam Ceria, dilanjutkan Fun colorbility serta Disabilitas Talent Challenge yang menampilkan bakat-bakat terpilih dari seleksi nasional. 

Seluruh kegiatan dirancang untuk mendorong keberanian, kreativitas dan kepercayaan diri anak-anak disabilitas.

Dirjen Dikti Khaerul Munadi mengapresiasi Parafest sebagai langkah penting memperkuat fasilitas, pembelajaran adaptif, dan kepemimpinan inklusi di perguruan tinggi.

Wakil Rektor I Unesa, Martadi, berharap Parafest menjadi agenda tahunan berskala nasional. Sementara itu Direktur USC Purnomo menekankan bahwa acara ini menjadi kontribusi nyata Unesa sekaligus penguatan kolaborasi inklusi.

Dukungan juga datang dari Pemprov Jatim dan para peserta yang menilai Parafest sebagai wadah yang membuka ruang bagi profesi anak anak disabilitas. Acara ditutup penampilan band Patrick and Friend serta tarian, dan di lanjutkan pemberian penghargaan untuk tiga kategori: Disability Talent Challenge 2025, Fun colorbility dan Unesa KND inclusive Governance Award(Ukiga) 2025. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

BACA JUGA  Pilkades Serentak 2026: Satu RT Dua ‘Kemanten’.Strategi Politik Doni Suhendro Raih Simpati Warga di Bligo Sidoarjo
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.