SURABAYA-KEMPAKAN : Kedatangan Menpora sekaligus ketua Umum PSSI Erick Thohir ke kampus “Rumah Para Juara” Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Kamis( 02/09) di kampus 2 Lidah Wetan Surabaya tidak hanya sekedar membubuhkan tanda tangan menandai di resmikannya Laboratorium olahraga Unesa, GOR Bola Basket Sigit Masirat dan Laboratorium Petanque Cak Hasan milik lembaga pendidikan yang mengedepankan Olahraga , Seni-budaya dan Disabilitas. Akan tetapi tinta emas yang di goreskan Menpora Erick Thohir ini membawa pesan khusus.
Unesa yang memiliki kompleks Perguruan yang luasnya mencapai 76 hektar plus fasilitas sarana dan prasarana seperti. Lapangan Indoor dan out door, GOR, kolam renang, lapangan golf, Wisma atlet plus tenaga ahli yang mumpuni tentu Unesa harus punya tanggung jawab moral bagaimana olahraga Indonesia lima tahun, sepuluh tahun kedepan. Maka dari itu Menpora Erick Thohir percaya Unesa lewat cak Hasan bisa menyulap kompleksnya menjadi tempat kawah condrodimukonya olahraga di tanah air.
” Saya yakin dan percaya bahwa di pundak lembaga pendidikan yang punya take line” Satu Langkah di Depan ” dan FIKK ” Rumah Para Juara”bisa mewujudkan mimpi menuju Indonesia emas di tahun 2045,” pinta Menpora.
Menpora Erick Thohir mengatakan bahwa peresmian fasilitas olahraga ini menjadi wujud sinergisitas antara Kemenpora dan Unesa dalam membangun ekosistem olahraga tanah air yang lebih maju dan berprestasi.
“Ini ke depan Unesa dengan Kemenpora akan terus berjalan seiring, dan saya berharap semakin banyak sekolah-sekolah berbasis olahraga yang bisa membantu dalam pembinaan olahraga secara menyeluruh,” tuturnya.
Terkait kebutuhan itu, olahraga kampus perlu dihidupkan seperti di Amerika Serikat. Agar ekosistem olahraga kampus semakin kuat diperlukan kompetisi olahraga nasional antar-kampus atau National Collegiate Championship Indonesia (NCCI). “Kalau Amerika bisa, kenapa kita tidak bisa,” tukasnya.

Menpora juga mengapresiasi pengembangan sport science di Unesa, dan membumikan olahraga di masyarakat. Kolaborasi ini juga menjadi langkah penting untuk SEA Games 2025.
Sebelumnya kita dapat 87 medali, kita kehilangan sampai 41 medali, karena tidak dipertandingkan. Untuk itulah, Indonesia terus mencari cabor unggulan sebagai pundi medali emas, salah satunya cabor petanque yang serius dikembangkan Unesa.
“Petanque dari enam nomor yang diikutkan, In Sya Allah ada satu emas,” tukasnya optimis.
Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan sangat yakin, bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dalam hal ini Kemenpora dengan perguruan tinggi, serta semua stakeholders, dunia olahraga Indonesia bisa bangkit dan berprestasi.
“Salah satu unggulan Unesa adalah olahraga, karena itu Unesa fokus meningkatkan prestasi olahraga berbasis sport science,” ucap guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) itu.
Cak Hasan berharap, dua laboratorium olahraga tersebut dapat memperkokoh komitmen dan keunggulan Unesa di bidang olahraga sekaligus semakin memperbesar kontribusi kampus “Rumah Para Juara”dalam memajukan olahraga tanah air.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi