Senin, 18 Mei 2026, pukul : 12:48 WIB
Surabaya
--°C

Nuy Bertarung di Meja Biliar, Noel Bertarung di Meja Hijau‎

M.Rohanudin

KEMPALAN: Bandingkan aksi Nuy versus Noel. Yang  satu menyodok bola biliar menuju lubang kemenangan, sedangkan satunya sibuk menyodok perusahaan-perusahaan  demi mendapatkan cuan miliaran, masuk ke lubang dompet sendiri.

‎Manakah yang lebih menghibur dan mulia ?

‎Di meja biliar Nuy bukan hanya bertarung tapi juga beraksi.  Dan aksinya atraktif, memadukan olahraga dan performance.

Dia cantik, berbakat, lahir di Bogor, Jawa Barat. Nama lengkapnya : Nurramdhani Itolo.  Dikenal sebagai pemain biliar nasional.

‎Beberapa  prestasi diraihnya, termasuk medali perak, sebagai perwakilan Kontingen Bogor dalam Porprov XIV Jabar 2022.

‎Nuy adalah unggulan yang mengagumkan dan mengharumkan dunia biliar nasional.

‎Spiritnya luar biasa, senantiasa pantang menyerah. Nuy selalu ingin rematch lagi.  Begitulah sejatinya perempuan kuat,  pantang menyerah : menyodok bola biliar ke lubang kemenangan yang mengagumkan.

‎Ia membuktikan bahwa perempuan dapat menjadi atlet yang tangguh dan berprestasi di bidang olahraga. Betapa mulianya meniti di jalan kebenaran.

‎Banyak anak muda kepincut :  “Dulu saya gak suka biliar. Tapi sejak ada Nuy, diam-diam  mulai terpesona.”

‎***

‎Lantas bagaimana  dengan Noel ?

‎Rupanya Noel tidak puas duduk di tahta kabinet sebagai wakil menteri. Semua fasilitas disuguhkan di atas “karpet merah” (kebahagiaan surga dunia), di atas sumpah kesetiaan terhadap negara.

‎Tapi Noel ingin berbeda. Akhirnya dapat hadiah OTT dari KPK. Apa yang kau cari, Noel?

‎Amboi mata air  manakah yang luka, sehingga mencipratkan   darah hitam yang pekat?

‎Noel diduga menjadi sosok yang sibuk menyodok beberapa perusahaan untuk mendapatkan cuan miliaran, masuk ke lubang dompet sendiri.

‎Dalam keadaan tangan diborgol, Noel sempat mengusapkan jarinya, menghapus tetesan air mata dukanya. Senyumannya berparas kesedihan menyiratkan senandung orang-orang yang meronta kemiskinan. 

“Tapi mengapa kau lukai negeri ini?”

Begitulah ungkapan  banyak orang dalam sorak-sorai  membencinya.

‎Penjuru manakah yang kau cari, Noel?  Bukankah  jubah yang kau pakai
‎sudah mempesona  dipandang,
‎mewah dan perkasa ?

‎Tapi mengapa kau khianati Garudamu?

‎Begitulah   puisi tentang orang-orang melarat yang sedang menghirup bau busuk, sangit, dan tidak beradab.

‎Dan, betapa  senyum bangga mereka — sambil mengunyah  kacang merah, nonton televisi menikmati gerakan liar Nuy nan eksotik, menyodok  bola biliar.

‎Namun sebaliknya, betapa mereka menjadi murung, gelisah, dan marah –dengan mata tajam ingin menerkam–  saat melihat orang-orang diborgol.

‎Inilah cerita pendek pertarungan Nuy dan Noel: satunya beruntung di meja biliar, satunya dengan  hukuman menanti di ujung.

‎Mari kita tunggu keadilan yang sesungguhnya.

‎***

Maka Noel pun akan menyusul 9 Menteri Indonesia yang dipenjara karena korupsi. Uniknya, dia satu-satunya yang wakil menteri, “prestasi” luar biasa :

‎1. Rokhmin Dahuri (KKP) –  7 tahun penjara.
‎2. Achmad Sujudi (Kemenkes) –  4 tahun penjara.
‎3. Siti Fadilah Supari (Kemenkes)  – 4 tahun penjara.
‎4. Andi Alfian Mallarangeng (Kemenpora) –  4 tahun penjara.
‎5. Jero Wacik (Kemen ESDM) – 8 tahun penjara.
‎6. Edhy Prabowo (KKP) – 9 tahun penjara.
‎7. Juliari Batubara (Kemensos) – 12 tahun penjara.
‎8. Johnny G. Plate (Kemkominfo) – 15 tahun penjara.
‎9. Syahrul Yasin Limpo (Kementan) – 10 tahun penjara.

‎Korupsi masih menjadi masalah serius di Indonesia, bahkan di kalangan pejabat tinggi. KPK terus menganga dan menyeramkan  bagi orang-orang yang tamak.  Bertobatlah. (*)


ESAI :
‎*M.Rohanudin*

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.