RIAU – Tradisi budaya Indonesia kembali mendapat sorotan internasional. Kali ini, Lomba Dayung Pacu Jalur dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menjadi tren dan perbincangan hangat di kalangan masyarakat global, termasuk di Amerika Serikat.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong pemerintah daerah agar memanfaatkan momen ini dengan serius melalui pembenahan infrastruktur dan layanan penunjang wisata.
“Pacu Jalur telah membuktikan diri sebagai atraksi budaya yang tidak hanya menarik perhatian nasional, tapi juga internasional. Ini peluang besar bagi Kuansing untuk menjadi destinasi unggulan,” ujar Bambang, Kamis (10/7).
Ia menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau, hotel dan restoran yang ramah turis, hingga fasilitas penonton seperti tribun yang nyaman dan toilet yang memadai di lokasi lomba.
“Fasilitas pendukung adalah kunci agar turis yang datang mendapat kesan positif. Jangan sampai potensi budaya sebesar ini justru terhambat karena infrastruktur yang kurang memadai,” tegasnya.
Bambang juga menggarisbawahi pentingnya pelibatan ekonomi kreatif lokal. Menurutnya, kerajinan tangan, kuliner khas, dan seni tradisi harus ditampilkan secara maksimal untuk memberi pengalaman otentik kepada wisatawan.
Ia berharap daerah-daerah lain di Indonesia dapat belajar dari momentum ini. Tradisi seperti karapan sapi di Madura, misalnya, memiliki nilai budaya dan daya tarik visual yang sangat kuat jika dikemas dengan baik, apalagi jika ditampilkan bersama seni tari Madura di ajang budaya atau pariwisata nasional.
“Setiap daerah punya keunikan. Kita hanya butuh kemauan untuk menampilkannya secara konsisten dan kreatif, baik secara offline maupun di media sosial,” ujarnya.
Sebagai legislator, Bambang Haryo berkomitmen mendorong sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku pariwisata untuk memperkuat promosi budaya Indonesia di kancah dunia.
“Kita punya banyak event tradisional yang tak kalah menarik dari festival luar negeri. Tinggal bagaimana kita mengemas dan mempromosikannya secara serius dan terpadu,” tutupnya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi