Minggu, 19 April 2026, pukul : 03:32 WIB
Surabaya
--°C

Departemen Sosiologi UNAIR Edukasi Bahaya Stunting pada Kader Surabaya Hebat (KSH) di Kelurahan Pradah Kalikendal

KEMPALAN – Pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan wajib bagi civitas akademika yang telah tertuang di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk itu, Departemen Sosiologi UNAIR (Universitas Airlangga) mengadakan pemberdayaan masyarakat untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pada kegiatan ini, Departemen Sosiologi UNAIR bekerja sama dengan Kelurahan Pradah Kalikendal dan KSH (Kader Surabaya Hebat). Kegiatan ini fokus untuk melakukan pemberdayaan kepada KSH di Kelurahan Pradah Kalikendal terkait isu stunting yang menjadi permasalahan sosial dan kesehatan.

Prof. Dr. Septi Ariadi, MA selaku Guru Besar di Departemen Sosiologi UNAIR dan Rani Sukma Ayu Suteja S.I.Kom., M.Sc selaku Dosen di Departemen Ilmu Komunikasi UNAIR ditunjuk sebagai pemateri. Sebagai partisipan, terdapat lebih dari 50 KSH dari berbagai RW di Kelurahan Pradah Kalikendal yang mengikuti kegiatan ini.

Mbak Rani, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa peran KSH dapat diperkuat melalui pendekatan komunikasi yang baik untuk mengatasi stunting. Peran komunikasi menjadi sangat penting, karena stunting bukan sekadar masalah gizi dan kesehatan, tapi juga sosial yang bisa diselesaikan melalui proses komunikasi dan edukasi yang baik.

KSH merupakan pihak yang dekat dengan masyarakat, dipercaya oleh warga, dan memiliki kemampuan dalam menyampaikan informasi secara informal maupun personal. Oleh karena itu, KSH dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan warga untuk dapat secara kolektif menyelesaikan permasalahan stunting.

Di lain sisi, Pak Septi, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa KSH menjadi garda terdepan untuk dapat menjangkau masyarakat secara menyeluruh. KSH memiliki trust dan legitimacy untuk dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai stunting. Sebab, KSH adalah aktor lokal yang dekat dengan warga.

Pak Septi juga menerangkan bahwa terdapat faktor pemicu stunting, yaitu minimnya pengetahuan tentang gizi dan pola asuh, sanitasi dan akses bersih rendah, akses layanan kesehatan yang sulit, tradisi dan budaya makan tidak sehat, dan keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bergizi.

Di akhir, terdapat sesi tanya jawab yang interaktif antara pemateri dan partisipan. Partisipan merasa bahwa sosialisasi dan edukasi mengenai stunting sangat bermanfaat bagi KSH di Kelurahan Pradah Kalikendal.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.