SURABAYA-KEMPALAN: Momen nonton bareng premier film “Superman (2025)”, pada Rabu malam lalu (9/7) terasa spesial bagi Ami Raditya dan Reza Zarkasyi. Karena, acara yang berlangsung di bioskop Tunjungan Plaza XXI, Surabaya, itu seperti balik ke momen tiga tahun lalu.
Ami dan Reza merupakan pendiri komunitas Notary Movie Club, yang jadi wadah untuk notaris penghobi nonton film bioskop. Tiga tahun silam, mereka menginisiasi berdirinya komunitas tersebut.

Tepatnya saat nonton bareng pemutaran perdana film “Avatar: The Way of Water”. Saat itu, sudah ada 50-an anggota Notary Movie Club yang mengikutinya. Nah, berselang tiga tahun, mereka menjadikan pemutaran perdana film “Superman (2025)” sebagai momen perubahan nama komunitas tersebut.
Dari Notary Movie Club, berubah menjadi Law Movie Club. Ami menuturkan perubahan nama ini dimaksudkan untuk memperluas jaringan tidak hanya di kalangan notaris saja. Tapi juga di kalangan lawyer, akademisi, dan mahasiswa bisa bergabung.
’’Kami ingin movie club ini jadi wadah untuk networking. Kalau dulu bertemunya pada saat acara-acara formal seperti seminar atau acara kantor yang cenderung kaku, di movie club ini diharapkan bertemunya jadi lebih santai,’’ sebut Ami.

Karenanya, aktivitas Law Movie Club lebih sering dilakukan selepas rutinitas kerja, atau after office. ’’Nonton film ini hiburan yang paling mudah. Kita hanya duduk, nonton dua jam, melepas penat sepulang kerja,’’ lanjut notaris yang berkantor di Gresik itu.
Dalam membangun jejaring, anggota movie club ini melakukannya saat saling bertemu sebelum nonton. Terkadang, mereka pun melanjutkan pembahasan networking tersebut setelah acara nonton selesai.

Biasanya mereka memilih aktivitasnya saat hari Rabu atau tengah pekan. Tentunya saat tengah pekan lebih sering ada film-film baru yang rilis di bioskop. Minimal, sebulan sekali mereka mengagendakannya. Terlebih jika ada film-film yang baru dirilis.
Saat ini, jumlah anggotanya sudah mencapai 70 orang. Rata-rata anggotanya berdomisili di Surabaya Raya. Tapi, sering juga ada notaris atau pengacara yang dari luar Surabaya berpartisipasi. Mereka juga pernah nonton bareng di Jakarta.
Ami menuturkan, Law Movie Club ini jadi satu-satunya wadah resmi untuk notaris dan pengacara penghobi nonton film bioskop di Indonesia. Dia mengharap, ke depan akan lebih banyak komunitas serupa yang muncul dan bersinergi bersama-sama. (YMP)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi