Jumat, 10 Juli 2026, pukul : 19:31 WIB
Surabaya
--°C

Munchen yang Lagi-Lagi Melahirkan Raja Baru di Liga Champions

Selebrasi pemain-pemain Paris Saint-Germain (PSG) setelah memenangi Liga Champions. (Foto: France24)

MUNCHEN-KEMPALAN: Paris Saint-Germain (PSG) menghajar Inter Milan dengan lima gol tanpa balas dalam final Liga Champions 2024–2025 yang berlangsung di Allianz Arena, Munchen, Minggu dini hari WIB (1/6).

Dari kelima gol klub berjuluk Les Parisiens tersebut, Desire Doue yang menyumbangkan dua gol di antaranya masing-masing pada menit ke-20 dan 63. Sementara ketiga gol PSG sisanya dicetak Achraf Hakimi (menit ke-12), Khvicha Kvaratskhelia (73’), dan berakhir dengan gol Senny Mayulu pada menit ke-86.

Dengan kemenangan tersebut, Marquinhos dkk menahbiskan diri sebagai raja baru dari ajang Liga Champions. PSG pun meneruskan magis kota Munchen sebagai tempat “lahir” raja-raja baru dalam ajang Liga Champions.

Mulai dari Olympique de Marseille (Final 1993) dan Borussia Dortmund (Final 1997), di Olympiastadion Munchen. Kemudian, pada 2012, Chelsea di Allianz Arena yang berhasil memenangi Si Kuping Besar (sebutan trofi Liga Champions) pertamanya.

BACA JUGA  Pangilon 'Hisnindarsyah Dokter', Bukan Seberapa Banyak Isi Brankas

Spesialnya, dari keempat raja baru Liga Champions yang terlahir dari kota Munchen itu, dua di antaranya dari Prancis. Yaitu OM (akronim Olympique de Marseille) dan PSG saat ini.

Salah seorang yang paling bergembira dalam keberhasilan PSG juarai Liga Champions di musim ini adalah Nasser Al-Khelaifi, pemilik PSG. Proyeknya bersama PSG yang berjalan sudah bertahun-tahun, akhirnya tuntas terbayar musim ini.

Setelah menjalani dua final, PSG akhirnya merasakan gelar juara Liga Champions musim ini. ’’Tahun ini sudah jadi tahun yang istimewa bagi kami,’’ sebut Al-Khelaifi, dikutip dari laman Football365.

Bedanya dengan kemenangan OM ketika itu, kemenangan PSG kali ini banyak menerima cibiran sebelum final. Termasuk yang menganggap PSG bukan klub dari Prancis. Bahkan di Marseille, banyak yang mendukung Inter. Bukan PSG.

BACA JUGA  Karma Instan yang Dialami Penderita NPD Sepanjang Hidup

Tetapi, Al-Khelaifi tetap bangga dengan sukses klubnya membungkam semua cibiran itu di final setelah memenanginya. ’’Kami membela bendera Prancis. Kami layak mendapat dukungan itu. Bukan malah disebut orang-orang Prancis sendiri sebagai klub yang tidak berkualitas,’’ keluh Al-Khelaifi.

Dengan kemenangannya dalam Liga Champions tersebut, artinya PSG akan menghadapi Tottenham Hotspur di dalam ajang Piala Super UEFA di Stadio Friuli, Udine, 13 Agustus mendatang. (YMP)

BACA JUGA: PSG Penantang Inter Milan di Final, Anomali Baru di Liga Champions

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.