Sweet Seventeen! Kalahkan United, Tottenham Mengakhiri 17 Tahun Penantian Trofi Juara

waktu baca 2 menit
Kapten Tottenham Hotspur Son Heung-min yang mengangkat trofi juara Liga Europa. (Foto: Reuters)

BILBAO-KEMPALAN: Tidak ada kesempatan ketiga. Begitulah Tottenham Hotspur saat meladeni Manchester United saat final Liga Europa di Estadio Nuevo San Mames, Bilbao, Kamis dini hari (22/5).

Dalam final keduanya di ajang Eropa sejak era sepak bola modern, era 1990-an, Spurs di final Liga Europa mengalahkan United melalui gol semata wayang Brennan Johnson saat menit ke-42.

BACA JUGA: Jelang Final Liga Europa Melawan Spurs, Amorim Merasa Tidak Tertekan

Sebelumnya, Spurs gagal memenangi final Liga Champions 2018—2019. Uniknya ketika itu Spurs juga menjalani final melawan klub sesama kontestan Liga Primer Inggris. Pada saat itu, Spurs dipecundangi Liverpool FC dengan dua gol tanpa balas.

Trofi tersebut juga mengakhiri penantian gelar The Lilywhites (julukan Spurs). Sekadar diketahui, Spurs sudah menjalani 17 tahun tanpa memenangi gelar apapun pada semua ajang.

Kali terakhir, klub London Utara tersebut mampu merebut gelar juara pada musim 2007—2008. Ketika itu, Spurs mampu memenangi final Piala Liga dengan mengalahkan Chelsea 2-1.

Gelar juara Liga Europa ini juga jadi persembahan pertama tactician Spurs saat ini, Ange Postecoglou. Gelar yang sekaligus membuktikan tuah Postecoglou memenang gelar saat musim keduanya.

’’Dengarkan, dia (Postecoglou) sudah menuntaskan pekerjaannya. Dia pernah berkata di musim keduanya mampu memenangi gelar, dan dia menjawabnya,’’ sebut Johnson, yang ditanya tentang sukses Spurs memenangi Liga Europa musim ini.

Ucapan Johnson tersebut juga jadi jawaban rumor yang sudah beredar sejak jelang final tentang Postecoglou. Pelatih berkebangsaan Australia tersebut diklaim akan dipecat di akhir musim ini.

Apalagi setelah membenamkan Spurs ke peringkat ke-17 klasemen sementara di dalam Liga Primer Inggris. Posisi terendah Spurs dalam papan klasemen Liga Primer Inggris sepanjang era sepak bola modern.

Untungnya, pengorbanan di Liga Primer Inggris tersebut musim ini tidak sia-sia dengan gelar juara Liga Europa. ’’Menyudahi musim di peringkat ke-17 (Liga Primer Inggris) memang kurang bagus saat ini. Tetapi, kami mampu mencatatkan langkah yang hebat dalam ajang Eropa,’’ sambung Johnson. (YMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *