Pasuruan – Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam kegiatan sosialisasi bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN), ia menegaskan pentingnya akses yang mudah terhadap perizinan dan sertifikasi, agar UMKM Indonesia mampu naik kelas dan bersaing di pasar global.
Acara yang berlangsung di Hotel Inna Tretes, Kamis (24/4/2025) ini menjadi wadah diskusi bagi pelaku UMKM untuk memahami pentingnya standar mutu produk. Menurut Bambang Haryo, peningkatan kualitas produk akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing dan kepercayaan pasar.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. Sudah seharusnya mereka didampingi, bukan dipersulit. Apalagi pemerintah telah membentuk Satgas Perlindungan UMKM untuk memastikan tidak ada hambatan di lapangan,” ujarnya.
Satgas tersebut, jelasnya, melibatkan berbagai unsur penegak hukum seperti Kejaksaan dan Kepolisian, dan berperan penting dalam mengawasi praktik yang berpotensi menghambat perkembangan usaha kecil.
Bambang Haryo juga menyoroti keterbatasan anggaran BSN, yang menurutnya menjadi penghambat dalam menjangkau seluruh pelaku UMKM di tanah air.
“Saat ini BSN hanya punya anggaran sekitar Rp 200 miliar. Padahal, jumlah pelaku usaha mencapai 65 juta. Ini sangat tidak seimbang,” tambahnya.
Ia membandingkan kondisi ini dengan negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Thailand, yang telah mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung standardisasi produk bagi UMKM mereka.
Kasi Humas BSN, Sigit Wijatmiko, mengakui bahwa baru sekitar 30 persen pelaku UMKM yang sudah memiliki SNI (Standar Nasional Indonesia). Hal ini disebabkan oleh minimnya kesadaran pelaku usaha serta keterbatasan fasilitas dan dukungan anggaran dari lembaganya.
“Kami mengapresiasi inisiatif Pak Bambang Haryo. Ini sangat membantu dalam menyebarluaskan informasi terkait pentingnya SNI kepada para pelaku UMKM,” katanya.
Dari sisi pelaku UMKM, kegiatan ini disambut positif. Rahmi Auliya, Koordinator UMKM Sidoarjo, mengatakan bahwa sosialisasi ini membuka wawasan para pengusaha kecil terkait proses pengurusan SNI yang sebenarnya bisa diakses secara gratis.
“Banyak yang mengira mengurus SNI mahal dan rumit. Padahal program SNI Bina UMKM ini gratis. Kami jadi lebih semangat setelah mengetahui informasi ini,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor UMKM, bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari aspek legalitas dan mutu produk, sebagai bagian penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi