Senin, 11 Mei 2026, pukul : 12:01 WIB
Surabaya
--°C

25 Oktober : Hari Seniman, tapi Nggak Ada Senimannya

KEMPALAN; Apa dikira awak isun ini pejabat apa penjahat? Kok sering jadi jujukan konco bertakon-takon …

Takon : Bagaimana perkembangan seni di Surabaya?
Isun : Hentak-hentak tanah.
Takon : Itu kan bahasa Malay?
Isun : Memang jalan di tempat kalau nggak boleh dibilang stuck.

Takon : Even kesenian kan banyak?
Isun : Memang. Itu cuma entertainment, sekadar hiburan, belum bener² menyiratkan karya seni yang diolah berdasar riset tentang isu besar yang dirumuskan dengan pikiran mendalam. Digarap dengan teknik yang sangat matang, hasil dari eksplorasi panjang sehingga menyiratkan karya inovatif. Dan, yang disajikan sangat impresif, sangat mengesankan karena monumental.

Takon : Rumit juga ya prasyarat karya seni?
Isun : Kalo ingin gampang ya bikin anak aja, sering kelon pasti meteng.

Takon : Jadi bagaimana perkembangan seni di Surabaya?
Isun : Nggak ada.
Takon : Mosok?
Isun : Melahirkan satu seniman itu jauh lebih sulit dibanding mencetak seribu serdadu. Kenyataannya belum ada. Cukup lama tidak ada seniman lahir dari Surabaya.

Takon : Kenapa?
Isun : Nggak ada yang kuat melarat. Nggak ada mau mbegendeng. Nggak ada sing temen. Waktunya dihabiskan untuk nggedabrus dan cari tepuk tangan dari sesama teman supaya dianggap seniman.

Takon : Pait men omonganmu?
Isun : Memang. Ini obat kalo ingin waras. Nggak ada obat yang manis kecuali untuk anak². Lha Iki gerang daplok, perlu dicekoki butrowali.

Wuakakakkkk…

(Rokimdakas)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.