Rabu, 1 Juli 2026, pukul : 09:18 WIB
Surabaya
--°C

PDIP Berikan 7 Rekomendasi dan 2 Surat Tugas kepada Bacakada di Jatim

Eri Cahyadi dan Armuji menunjukkan rekomendasi yang telah diterima dari Ketua Harian DPD PDIP Jatim Budi Sulistyono didampingi Sekretaris Sri Untari Bisowarno di Kantor DPD PDIP Jatim, Selasa (30/7).

SURABAYA-KEMPALAN: DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jatim menyerahkan tujuh rekomendasi dan dua surat tugas dari DPP kepada pasangan bakal calon kepala daerah (bacakada) dan wakil kepala daerah di Jatim.

Tujuh rekomendasi tersebut diberikan kepada
Eri Cahyadi-Armudji (Kota Surabaya), Ony Harsono-Dwi Rianto Jatmiko (Kabupaten Ngawi), Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro (Kota Blitar), Maryoto Birowo-Didik Girnoto Yekti (Kab.Tulungagung), Achmad Fauzi Wongsojudo-KH Imam Hasyim (Kabupaten Sumenep), Mundjidah Wahab-Sumrambah (Kabupaten Jombang), dan Habib Zainal Abidin-Sri Setyo Pertiwi (Kota Probolinggo)

Sedang dua surat tugas diberikan kepada Krisdayanti (Kota Batu) dan Sujatno (Kabupaten Magetan).

Surat rekomendasi dan surat tugas tersebut diserahkan Ketua Harian DPD PDIP Jatim Budi Sulistyono didampingi Sekretaris Sri Untari Bisowarno di Kantor DPD PDIP Jatim, Selasa (30/7).

BACA JUGA  RSJ Menur Direbranding Jadi RSD Prof dr Moeljono, Layanan Makin Diperluas
Krisdayanti (kanan) menyanyikan lagu “Menghitung Hari” usai menerima surat tugas untuk maju sebagai bakal calon wali kota Batu di Pilkada 2024.

Ketua Harian DPD PDIP Jatim Budi Sulistyono dalam sambutannya menegaskan kepada semua pasangan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah agar tidak pernah terbersit untuk kalah. Setelah mendapat rekomendasi dan surat tugas dari PDIP, Budi mewajibkan mereka untuk berpikir dan berusaha agar menang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

“Surat rekom tidak boleh menginap di kantor DPD. Ketika pagi tadi kita nyegat di Bandara Juanda, maka langsung diserahkan hari ini. Untung pesawatnya tidak terlambat. Kalau terlambat, bisa terlambat kabeh (semua). Penyerahan rekomendasi harus diserahkan secara formal,” kata Budi.

Dia juga mengingatkan bahwa rekomendasi yang diberikan partai bersifat sakral. “Dalam surat rekom itu sakralnya adalah Ketua Umum dan Sekjen yang menandatangani langsung. Pesannya adalah tidak terbersit sedikitpun untuk kalah,” tegasnya. (Dwi Arifin)

BACA JUGA  Guru Besar ITS Gaungkan Urgensi Manufaktur Berkelanjutan bagi Industri
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.