LBH GP Ansor Kota Mojokerto Abadikan Almarhum Riyanto Lewat Buku Antologi

waktu baca 3 menit
LBH GP Ansor Kota Mojokerto saat ziarah ke makam almarhum Riyanto.

MOJOKERTO-KEMPALAN:  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemdua (GP) Ansor tengah mengabadikan kembali sosok almarhum Riyanto. Hal itu diwujudkan dalam penulisan antologi bertema “Semangat Kepemudaan Ala Riyanto”. Selain itu LBH GP Ansor Kota Mojokerto juga berziarah ke makam almarhum Riyanto.

Rianto adalah seorang banser yang gugur dalam mengamankan Natal dan Tahun Baru tepatnya pada saat malam Misa Natal pada 24 Desember 2000. Kala itu, Riyanto terkena serpihan bom karena terlambat membuang bom yang terbungkus kantong plastik. Peristiwa itu terjadi di Gedung Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) Eben Haezer, Mojokerto.

Terkini, LBH GP Ansor Kota Mojokerto membuat monumen karya untuk mengabadikan sosok almarhum Riyanto, utamanya pada sisi semangat kepemudaan sosok almarhum Riyanto.

Rombomgan LBH GP Ansor Kota Mojokerto bersilaturahmi dengan keluarga almarhum Riyanto.

Ketua LBH GP Ansor Kota Mojokerto Lukman Sugiharto Wijaya menyatakan, alm. Riyanto adalah sosok pemuda yang berani membela kebenaran. Semangat inilah tengah digali untuk ditularkan kepada sahabat-sahabat LBH GP Ansor Kota Mojokerto untuk berani menegakkan keadilan bagi sesama.

“Untuk menggali semangat almarhum Riyanto kami melakukan ziarah kubur almarhum dan bersilaturahmi dengan keluarga almarhum Riyanto. Harapan kami dapat mengenal lebih dalam sosok dari almarhum Riyanto,” jelas Gus Lukman, Selasa (9/7).

Selain ziarah dan bersilaturahmi, rombongan LBH GP Ansor Kota Mojokerto juga berkunjung ke Gereja Eben Haizer, Kota Mojokerto. Saksi bisu peristiwa 24 Desember 2000 silam yang merenggut nyawa seorang pemuda Banser Kota Mojokerto.

Gus Lukman sapaan ketua LBH GP Ansor Kota Mojokerto juga menambahkan, pihaknya berencana untuk mengabadikan semangat kepemudaan almarhum Riyanto dalam sebuah buku antologi. Lantas, dilakukan peluncuran penulisan buku antologi bertema “Semangat Kepemudaan Ala Riyanto” di Café Samitra 1934, Surodinawan, Kota Mojokerto.

“Almarhum Sahabat Banser Riyanto adalah sosok kader Ansor Banser yang patut diteladani untuk menjaga spirit perjuangan yang bersanad Ahlussunah Wal Jamaah Annahdliyah. Dan realisasi konkret dari implementasi kerukunan dan toleransi di NKRI ini,” Ketua PP LBH GP Ansor H. Dendy Zuhairil Finsa, Senin (9/7).

“Harapannya, melalui Buku Antologi ini, nilai-nilai perjuangan sahabat Banser Riyanto dapat kita teladani sebagai kader Ansor Banser dan LBH. Semoga seluruh ikhtiar yang menjadi perjuangan kader Ansor Banser menjadi jariyah amal soleh kita,” pungkasnya.

Turut hadir dalam agenda ini, Ketua PP GP Ansor Bidang Advokasi, Hukum dan HAM & Ketua PP LBH GP Ansor H. Dendy Zuhairil Finsa, S.H., M.H, Ketua dan Sekretaris PC GP Ansor Kota Mojokerto, Ketua dan Sekretaris LBH GP Ansor Kota Mojokerto, Ketua LBH GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, Ketua LBH GP Ansor Kota Surabaya, Ketua LBH GP Ansor Kabupaten Mojokerto, Ketua dan jajaran PAC GP Ansor Prajurit Kulon Kota Mojokerto, Pemerintah Kelurahan Prajuritkulon Kota Mojokerto, Advokat dan Paralegal kota Mojokerto. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *