Forum Dekan FIKK se Indonesia Terjunkan Tim Khusus Pantau Atlet Berprestasi di AUG XXI 2024 

waktu baca 2 menit
Forum Dekan FIKK foto bersama sebelum melakukan pertemuan di Unesa surabaya

SURABAYA-KEMPALAN : Dalam rangka ikut mensukseskan pesta olahraga antar mahasiswa se Asia Tenggara, ASEAN University Games 2024 di Surabaya-Malang Indonesia, Forum Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) se Indonesia mengadakan pertemuan khusus selama tiga hari mulai Rabu 2-4 Juli di FIKK UNESA Surabaya. 

Dalam pertemuan yang di pimpin Ketua Forum Dekan FIKK Dr. Dwi. Cahyo Kartiko M. Kes tersebut membahas segala hal, mulai dari monitoring dan evaluasi, menyiapkan formula kurikulum terhadap atlet yang berprestasi serta menyikapi isu-isu tentang keolahragaan agar jangan sampai terlambat dalam penanganannya.

” Ini adalah merupakan salah satu bentuk tanggung jawab moral terhadap atletnya yang ikut berlaga di pesta olahraga antar mahasiswa se Asia Tenggara, AUG XXI 2024. Mereka (FIKK) tidak ingin atlet yang berpretasi yang dengan susah payah membela negara atau kampusnya ternyata tak dapat perhatian dari perguruan tinggi masing-masing. Sebab atlet yang berprestasi ini tidak selalu ada di kampus karena mereka kadang ikut puslatda, pelatnas atau bahkan mereka harus TC keluar negeri,” ujar ketua Forum FIKK Dr. Dwi Cahyo Kartiko kepada awak media (02/06)

Maka dari itu Dr.Dwi Cahyo Kartiko M. Kes, mengajak para dekan FIKK se Indonesia selalu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap atletnya dengan melakukan kunjungan ke venue dan melihat serta memberi dukungan secara langsung saat mereka berlaga. Tujuannya supaya para atlet ini bisa fokus menghadapi setiap pertandingan.

Lebih lanjut Dwi Cahyo menjelaskan, 30 an anggota Forum dekan FIKK berkumpul dan membahas bagaimana menyiapkan kurikulum yang pas bagi atlet yang berprestasi yakni dengan memberi perhatian dan pendampingan kepada para atlet agar mereka bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan tidak ada yang terhenti kuliahnya atau bahkan jangan sampai ada atlet berprestasi terhenti di tengah jalan karena tidak ada perhatian dari perguruan tinggi masing-masing.(Ambari Taufiq/Mochammad Fasichullisan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *