Pamit di Apel Hari Terakhir Kepemimpinan Periode Pertama, Inilah Pesan Gubernur Khofifah

waktu baca 4 menit
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak pamit kepada para ASN di lingkungan Pemprov Jatim.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar apel terakhir bersama ASN di lingkungan sekretariat daerah provinsi Jawa Timur di Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Senin (12/2). 

Sebagaimana diketahui, hari ini menjadi hari terakhir Gubernur Khofifah menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak untuk periode pertama.

“Hari ini tanggal 12 Februari adalah hari terakhir kepemimpinan kami, saya dan Pak Emil untuk periode ini,” kata Khofifah dalam arahannya saat memimpin apel.

Secara Khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran pemerintah provinsi Jawa Timur yang telah mendukungnya menjalankan pemerintahan di Jawa Timur. Ditegaskan, banyak yang telah dilakukan oleh seluruh pimpinan dan pegawai di lingkungan Pemprov Jatim untuk mengantarkan Jawa Timur meraih berbagai prestasi.

“Saya menyampaikan terima kasih atas seluruh dedikasi, kerja keras, kebersamaan, bentuk perjuangan, dan pengorbanan semuanya hingga Jawa Timur pada pencapaian prestasi prestasi yang luar biasa,” ucapnya.

Di kesempatan ini, gubernur perempuan pertama di Jatim ini meminta agar semua yang ada di jajaran Pemprov Jatim untuk menjaga seluruh kinerja terbaiknya agar seluruh prestasi dan capaian yang telah diraih tetap bisa dipertahankan. 

Setidaknya, terdapat 738 penghargaan dari berbagai sektor yang telah diraih Pemprov Jatim selama lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak.

Disamping itu, industri manufaktur Jatim pada Mei ini akan tembus 35%, dan siswa siswi SMA Jatim menjadi yang tertinggi diterima di perguruan tinggi negeri di Indonesia sejak tahun 2020. Lalu sektor pertanian juga menuai prestasi sejak tahun 2020 menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi secara nasional dan berbagai prestasi di sektor lainnya.

Khofifah menyebut, segala capaian tersebut adalah buah dari kerja keras semua jajaran Pemprov Jatim, utamanya semua yang ada di front liner pelayanan kepada masyarakat. Seperti pelayanan pendidikan, kesehatan, perijinan terpadu satu pintu juga para pendamping dan para penyuluh pertanian.

“Sampaikan salam dan terima kasih kami kepada para petani, kepada para pendamping, dan penyuluh pertanian yang memberikan dedikasi luar biasa untuk menjaga ketahanan pangan nasional melalui sektor pertanian di Jawa Timur dan juga sektor-sektor lain,” katanya.

Di sisi lain, Khofifah berharap semua pihak di lingkup Pemprov Jatim terus mengawal dan menyelesaikan beberapa hal yang masih menjadi PR. Seperti penyerahan tanah dari Kementerian PUPR untuk pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP) di kaki jembatan Suramadu sisi Madura juga pembangunan Sustainable Urban Mobility Plan yang akan dibangun untuk wilayah Surabaya Raya, Lamongan, Tuban, dan Jombang.

“Karena feasibility study-nya April ini akan selesai, dan kalau April ini selesai, pembangunannya bisa sesegera mungkin kita lakukan,” ujarnya.

“Ada hal-hal yang memang masih harus terus didorong untuk bisa mencapai pada titik yang diharapkan bisa memberikan kebermanfaatan lebih luas,” imbuhnya.

Khofifah juga meminta seluruh jajaran Pemprov Jatim meneruskan membaca shalawat dan menyantuni anak yatim yang selama 5 tahun ini telah menjadi tradisi di hampir setiap agenda Pemprov Jatim. Menurutnya hal tersebut adalah bagian dari ikhtiar spiritual untuk meraih keberkahan dan capaian prestasi di Jawa Timur.

“Ini penting, Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa tidak sekadar dihafal tapi juga diamalkan. Kita mencoba mengamalkan itu antara lain tiap kegiatan yang sekarang lihat ada santunan yatim, ada shalawat. Saya mohon diteruskan para bapak ibu sekalian dan terutama Pj Gubernur nanti tolong diteruskan,” pintanya.

Di akhir, Khofifah kembali mengajak untuk menjaga Jawa Timur menjadi provinsi yang guyub, rukun, aman, damai, dan kondusif. Ia meminta semua tetap menjaga segala apa yang baik dan meninggalkan yang kurang baik.

“Teruskan apa-apa yang baik dan tinggalkan yang kurang baik. Mari kita menjaga persaudaraan, jaga Jawa Timur tetap rukun, aman, damai, dan kondusif. Saya dan Pak Emil pamit,” pungkasnya.

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak juga menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf selama menjalankan tugas mendampingi Gubernur Khofifah dan bekerja sama dengan keluarga besar Pemprov Jatim. Menurutnya, selama 5 tahun terakhir kultur CETTAR, yaitu cepat, efektif, tanggap, transparan, akuntabel, dan responsif telah dijalankan di hampir semua lini oleh jajaran Pemprov Jatim.

“Saya atas nama pribadi menyampaikan Terima kasih atas dukungan ibu bapak sekalian seluruh keluarga besar Pemprov Jawa Timur. Kita merasakan selama 5 tahun genap membangun chemistry,” katanya.

Emil menambahkan, berbagai keberhasilan yang diraih Jawa Timur sampai saat ini berkat leadership Gubernur Khofifah. Untuk itu, ia mendoakan agar Gubernur Khofifah selalu diberikan kemudahan, kelancaran dalam segala ikhtiar yang dilakukan.

“Kepemimpinan beliau masih sangat dibutuhkan di negara yang kita cintai ini, Saya sekaligus mewakili istri saya untuk menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf karena selama ini juga membantu Ibu Gubernur,” ucapnya.

Turut hadir pada apel pagi ini, antara lain Sekretaris Daerah Prov. Jawa Timur, para Asisten Sekda Prov. Jawa Timur, para staf ahli Gubernur Prov. Jawa Timur, para Kepala OPD Prov. Jatim, para direktur dan wakil direktur RSUD Prov. Jatim, serta seluruh pegawai di lingkup Setda Prov. Jawa Timur. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *