Jumat, 29 Mei 2026, pukul : 03:48 WIB
Surabaya
--°C

Trauma Penyintas Bencana Bisa Terjadi Bertahun-tahun

Arisan Ilmu Nol Rupiah (AINR) Edisi 52 yang diadakan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur., Minggju (17/12).

SIDOARJO-KEMPALAN: Trauma bisa terjadi bertahun-tahun, terutama bagi penyintas bencana. Salah satunya adalah pasca tsunami Aceh. Banyak penyintas yang mengalami trauma cukup lama. Hal ini biasanya terjadi pada bencana yang mengakibatkan jatuhnya korban cukup banyak. 

Masalah ini diungkapkan oleh Ahmad Guntur Alfianto dari Klaster Keperawatan Jiwa, Komunitas, Keluarga, dan Gerontik Sekolah Tnggi Kesehatan (Stikes)  Widyagama Husada Malang. Ia membawakan materi Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) dalam Arisan Ilmu Nol Rupiah (AINR) Edisi 52 yang diadakan Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur.

Kegiatan ini digelar di Ruang Siaga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Jalan Letjen. S. Parman No.55, Waru, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (17/12).

BACA JUGA  Terlibat Dalam Lobi Sengketa Politik Internasional Tanpa Kekuatan Militer Yang Diperhitungkan, Perannya Hanya Sebagai Boneka

Secara umum PTSD adalah gangguan mental yang terjadi pada seseorang karena mengalami kejadian traumatis. Seperti bencana alam, kecelakaan, terorisme, perang atau pertempuran, pelecehan seksual, kekerasan, dan sejenisnya.

“Ada beberapa masalah kejiwaan akibat bencana. Di antaranya cemas, susah tidur, depresi, psikosis, trauma, dan PTSD,” ujar Ahmad Guntur Alfianto.

Sekitar seratus peserta dan pengurus SRPB Jatim hadir dalam kegiatan ini. Selain mendapat materi PTSD, para peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis tekanan darah dan gula darah dari Stikes Kerta Cendekia, Sidoarjo.

Ahmad Guntur Alfianto mengungkapkan beberapa tanda dan gejala PTSD. Untuk anak-anak di antaranya sering ngompol, regresi, sulit bicara, selalu ingin nempel pada orang terdekat, hingga menangis tanpa sebab. Sedangkan untuk dewasa tanda-tandanya adalah stresor, selalu mengingat peristiwa, menghindar, gejala gangguan pikiran dan perasaan, gejala reaktif seperti mudah tersinggung, dan gangguan sosial.

BACA JUGA  Terlibat Dalam Lobi Sengketa Politik Internasional Tanpa Kekuatan Militer Yang Diperhitungkan, Perannya Hanya Sebagai Boneka

Sedangkan dalam klaster kesehatan jiwa pada bencana  terdapat kelompok yang menangani masalah kesehatan jiwa. Kemudian, adanya relawan terlatih dan tenaga profesional. Selain itu, ada kegiatan dari pengkajian cepat, intervensi, implementasi, dan evaluasi.

Koordinator SRPB Jatim Rahmad Subekti Kimiawan mengatakan, peserta bisa menyerap ilmu dari materi ini. Diharapkan bisa menjadi tambahan saat para relawan terjun ke daerah bencana.(Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.