Gadis 17 Tahun di Sidoarjo Korban Persetubuhan dan Pencabulan Empat Remaja

waktu baca 2 menit
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro bersama Kasat Reskrim Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo bertanya ke tersangka EAI. Tiga tersangka tidak dihadirkan karena masih di bawah umur. (Foto Reha/Kempalan.com)

SIDOARJO-KEMPALAN: Polresta Sidoarjo mengungkap kasus tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap pelajar perempuan di Sidoarjo.

Keberhasilan penyidik mengungkap kasus tersebut dirilis Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo kepada awak media, Senin (20/11/2023).

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mengungkapkan, Melati pelajar kelas XII menjadi korban persetubuhan dan pencabulan oleh empat remaja di sebuah tempat kos di wilayah Kecamatan Sidoarjo pada Sabtu, 4 November 2023.

Dalangnya adalah EAI (19), pemuda pengangguran. Sementara tiga pelaku lainnya pelajar di bawah umur. Mereka itu E (16), pelajar kelas XI. D (17) kelas XII dan S (16) kelas X. Ketiganya merupakan teman satu sekolah di Buduran.

Lebih jauh Kapolresta menjelaskan kronologisnya, bermula dari empat pelaku yang akan berpesta minuman keras. “Namun, sebelum pesta miras, pelaku EAI meminta E mencari perempuan untuk didatangkan ke tempat kos,” jelas Kusumo.

E pun berhasil memenuhi permintaan EAI. Ia membujuk Melati temannya sejak kecil keluar rumah. Dalihnya, untuk dibawa jalan-jalan. Ternyata, itu hanyalah akal bulus E agar bisa membawa Melati ke tempat kos.

Kedatangan Melati langsung disambut pesta miras. Mereka meminum miras jenis arak dengan memakai satu gelas secara bergantian. Tak terkecuali Melati. Dia juga dicecoki miras sampai mabuk. Disaat perempuan itu berbaring di kasur, mata para pelaku memandang liar ke tubuh gadis 17 tahun itu. Keempat remaja itu pun mulai kurang ajar. Mulanya dengan meraba-raba kemudian meremas-remas dua ‘gundukan’ di tubuh Melati.

Pengaruh miras membuat Melati muntah. Kemudian EAI meminta E untuk membawa Melati ke kamar mandi. Karena lama berada di kamar mandi EAI curiga. Diintipnya ke dalam. Eh, ternyata ia asyik mencabuli Melati. Pemandangan tersebut membuat EAI terangsang. Napasnya naik-turun tidak keruan. Tak kuat menahan nafsu ia masuk ke kamar mandi dan langsung mengagahi Melati. Sementara E, D, S menyaksikan dan hanya berani meraba-raba. Mereka tidak punya nyali mengeksekusi Melati seperti yang dilakukan EAI.

Karena perbuatan terlarang itu, esoknya, atau Minggu, 5 November 2023, para pelaku dilaporkan oleh ibu korban ke Polresta Sidoarjo dan langsung ditangkap.

“Para pelaku dijadikan tersangka dan dilakukan penahanan. Mereka terancam hukuman pidana penjara paling sedikit 5 tahun dan paling lama 15 tahun, atau denda paling banyak Rp 5 Miliar,” tutup Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro. (Muhammad Tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *