SURABAYA-KEMPALAN; Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) menerima sapi kurban milik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (28/6) siang. Sapi jenis limosin dengan berat 1.150 kilogram atau 1,15 ton ini dibeli dari peternak Lumajang, seharga Rp 115 juta.
Helmy M Noor Humas Masjid Al Akbar Surabaya mengatakan, sapi milik Presiden Jokowi ini dibeli dari peternak bernama Bahrowi Yahya (32), warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko. Sapi tersebut diberi nama Gesbi. Kini, Gesbi telah berusia 3 tahun 8 bulan. Gesbi memiliki panjang 190 cm dengan tinggi badan 159 cm dan lingkar dada 250 cm.
Gesbi menjadi sapi kurban yang dipilih Presiden Jokowi melalui Sekretariat Presiden setelah menjalani seleksi ketat dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
“Alhamdulillah ini adalah kurban yang ke sembilan kali Presiden Jokowi memberikan kepercayaan kepada Masjid Al Akbar Surabaya. Sapinya jenis limosin dan beratnya 1,15 ton,” jelas Helmy saat ditemui di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (28/6).
Rencananya, lanjut Helmy, sapi milik Jokowi akan disembelih H+1 atau hari Jumat (30/6). Penyembelihan akan dilakukan bersamaan dengan sapi milik Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan juga Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.
Sapi kurban milik Gubernur Khofifah jenis limosin dengan berat badan 1,1 ton. Sapi berumur 2 tahun 3 bulan ini dibeli dari peternak bernama Agus Supriyanto di Desa Ngepung, Kec.Sukapura, Kab.Probolinggo. Tinggi gumba 152 cm, panjang badan 196 cm, dan lingkar dada 235 cm.
Sedang sapi kurban milik Wagub Emil
Jenisnya simental, dibeli dari peternak bernama Ahmad Mursid di Desa Sukorejo, Kec. Loceret, Kab.Nganjuk. Umur 4 tahun, berat badan 952 kg, tinggi gumba 146 cm, panjang badan 184 cm, dan lingkar dada 222 cm.
Bagi Presiden Jokowi, kurban di Masjid Al Akbar ini adalah yang ke 9 selama menjabat sebagai Presiden RI dua periode.
“Terima kasih Pak Presiden, ini adalah yang ke sembilan. Jadi istiqomah setiap tahun Presiden Jokowi kurban di Masjid Al Akbar Surabaya. Sapinya sehat, badannya kekar. Mudah-mudahan berkah,” kata Helmy.
Yang menarik, kedatangan sapi kurban milik Jokowi mendapat perlakuan istimewa. Saat akan dibawa ke tenda penampungan hewan kurban, sapi Jokowi dilewatkan karpet merah.
“Kita pingin memberikan penghormatan, bahwa Presiden istiqomah dalam kondisi apapun selalu kurban sapi di Masjid Al Akbar. Jadi sapi yang masuk kita berikan karpet merah sebagai bentuk penghormatan, apresiasi terhadap tamu,” terang Hilmy.
‘Kalau sapi datang disambut dengan riang gembira, dengan penuh keceriaan, maka sapi tersebut akan gembira. Maka ketika masuk Masjid Al Akbar tidak stres. Itu penting, karena kalau sapinya stres maka akan berdampak pada kualitas daging. Kalau sapinya gembira, sapinya senang, insya Allah daging yang dirasakan juga enak,” sambungnya.
Dia juga menugurkan, sebelum dilakukan penyembelihan hewan kurban, Masjid Al Akbar Surabaya menerapkan screening ketat untuk kesehatan hewan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan saat datang hingga saat penyembelihan dilakukan. Termasuk sudah divaksin agar terhindar dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) yang ditandai dengan cap pada telinganya.
“Alhamdulillah, bersama dengan tim Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, semua hewan yang masuk Masjid Al Akbar Surabaya telah melalui pemeriksaan kesehatan. Termasuk pada saat penyembelihan hewan kurban pada hari Jumat, juga akan dikawal. Baik dari teman-teman Fakultas Kedokteran Unair dan juga tim dari Dinas Peternakan akan terus memantau,” pungkas Hilmy. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi