Menpora akan Tinjau Stadion Piala Dunia U-17, JIS jadi Salah Satu Calon?

waktu baca 2 menit
Penampakan Jakarta International Stadium (*)

JAKARTA-KEMPALAN: Menpora Dito berencana untuk mengunjungi dan mengevaluasi beberapa stadion untuk venue Piala Dunia U-17. JIS disebut menjadi salah satu calon?.

FIFA telah secara resmi menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Penunjukan Indonesia ini dimuat dalam rilis FIFA pada Jumat (23/6) malam WIB.

Indonesia ditunjuk untuk menggantikan Peru yang haknya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023 telah dicabut FIFA karena tidak siap secara infrastruktur.

Piala Dunia U-17 2023 sendiri rencananya akan diadakan pada 10 November hingga 2 Desember 2023, yang artinya Indonesia hanya memiliki waktu empat bulan untuk menyiapkan kompetisi ini.

Oleh karena itu, PSSI langsung bergerak cepat untuk mempersiapkan segala keperluan untuk kompetisi Piala Dunia U-17, salah satunya adalah terkait lokasi atau venue pertandingan yang hingga saat ini belum ditentukan.

Terkait pemilihan venue Piala Dunia U-17 ini, Menpora Dito Ariotedjo berkata bahwa ada kemungkinan Stadion JIS menjadi salah satu vanue.

Dito berkata bahwa pemilihan JIS menjadi salah satu arahan dari Presiden Jokowi. Oleh karena itu, Jokowi juga meminta agar JIS direnovasi sesuai standar FIFA.

Dito juga berkata bahwa Kemenpora dan PSSI akan segera berkunjung dan melakukan peninjauan ke stadion-stadion yang direncanakan menjadi venue Piala Dunia U-17.

“Ini rencana saya akan mengunjungi JIS dalam waktu dekat ini, karena memang Bapak Presiden juga menginginkan JIS direnovasi sesuai standar.” kata Dito, dilansir dari Detik.

“Nah, memang beberapa catatan buat Jakarta International Stadium itu terkait pintu ya, akses pintu, parkir.” tambahnya.

“Intinya kita ada Stadion Manahan Solo, ada Bung Tomo Surabaya, ada stadium di Sumsel dan ada GBK di Jakarta juga ada JIS, dan banyak lainnya. Ini kita masuk kita tambahkan menjadi opsi penyelenggaraan U-17, dan itu nanti pasti yang harus membahas adalah Kemenpora, PSSI, dan FIFA.” tutup Dito.

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *