Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 21:58 WIB
Surabaya
--°C

Hero Sevilla Itu Bernama Bono

BUDAPEST-KEMPALAN: Agar bisa mengalahkan tim mana pun yang diperkuat Yassine Bounou, jangan sampai membiarkan laga berlanjut ke babak adu penalti. Karena, begitu laga berlanjut ke babak adu penalti, maka Bounou-lah yang jadi pemenangnya.

AS Roma yang jadi korban terbaru Bounou. Skuad asuhan Jose Mourinho itu tumbang di final Liga Europa atas Sevilla FC yang gawangnya dijaga Bounou. Bono (begitu dia biasa disapa), menggagalkan dua eksekusi penalti Roma.

Yaitu eksekusi penalti kedua yang dilakukan Gianluca Mancini. Kemudian penalti ketiga yang dieksekusi Roger Ibanez.

Heroiknya final Liga Europa kali ini bagi Bono sudah seperti ketika dia bisa membawa Maroko menghancurkan Spanyol dalam Babak 16 Besar Piala Dunia 2022, 6 Desember lalu.

Ketika itu, Maroko menghancurkan La Furia Roja (julukan timnas Spanyol) dengan tiga gol tanpa balas dalam babak adu penalti. Sama seperti saat menggagalkan ambisi Roma, Bono saat itu juga menghentikan dua algojo Spanyol, Carlos Soler dan Sergio Busquets.

’’Tahun ini penuh dengan emosi. Antara Piala Dunia dan hari ini,’’ ucap Bono dalam sesi wawancara laman Estadio Deportivo setelah laga.

BACA JUGA: Rekor Mourinho di Final Eropa Terhenti

’’Kadang-kadang sundulan, garis yang sangat tipis, dan terlepas. Anda takkan bisa untuk menganalisis apa yang terjadi. Itulah mengapa Anda harus menerimanya secara normal saja,’’ sambung Bono tentang emosi dalam babak adu penalti.

’’Saya ingin mendedikasikan gelar juara ini untuk orang-orang yang mendukungku, bagi saudara-saudaraku, untuk keluargaku, dan untuk teman-temanku. Semuanya ini sangat menyenangkan,’’ sebut kiper yang berusia 32 tahun tersebut.

Bagi Bono, ini adalah gelar juara Liga Europa keduanya yang dia dapatkan sejak menjadi penggawa Los Nervionenses (julukan Sevilla). Baru kali ini juga Bono menuntaskan laga final Liga Europa dengan melalui babak adu penalti.

Sebelumnya, dalam final Liga Europa sebelumnya pada musim 2019—2020, dia bobol dua kali ketika Sevilla sukses mengalahkan klub Liga Italia lainnya, Inter Milan, di dalam final. Saat itu, Sevilla menang tipis 3-2 (Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.