SIDOARJO, KEMPALAN – Hamparan rumput begitu rata. Hijau-mulus. Menggoda bak gocekan bola artis Sintya Marisca. Di lapangan bola Deltras Academy, dua bupati adu skill bermain bola. Teknik dribbling, passing, dan shooting diperagakan. Sesekali Bupati Banjar H Saidi Mansyur dan Bupati Sidoarjo H Ahmad Muhdlor Ali terlibat duel. Full senyum.
Dua bupati muda itu memang bertanding sepak bola pada Rabu sore (23/5/2023). Dari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Saidi Mansyur dan rombongan datang untuk melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sidoarjo. Pagi diterima di kantor. Sore harinya dijamu di lapangan bola. Acara spesial. Friendly match. Balbalan.
Pemkab Banjar sudah membawa rombongan tim sepak bola. Bukan tim kaleng-kaleng. Saidi Manyur sendiri kaptennya. Mengenakan nomor punggung 7 ala Cristiano Ronaldo, lelaki 36 tahun itu tampil full time dua babak. Sekitar 2 x 30 menit. Skill-nya masih oke. Kontrol bola, tendangan, maupun gocekannya terlihat ciamik. Sesekali pamer teknik juggling. Beroperasi di pertahanan lawan. Sesekali melakukan shooting mematikan.

”Pak Bupati memang sejak muda hobi main bola,” kata H A. Rabbani, ketua Forum Camat Kabupaten Banjar. Dari sisi lapangan, suporter Banjar bersorak. “Masih kuat lari karena sering latihan,” tambah suporter lain.
Sementara itu, Bupati Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor (GM) terlihat menjelajah lapangan tengah. Kontrol, dribbling, dan passing tidak kalah dari Saidi Mansyur. Namun, GM yang terlihat lebih muda terus dikawal pemain-pemain Banjar ke mana pun bergerak. Lebih-lebih saat masuk kotak penalti. Bek-bek lawan langsung mengepung bupati berusia 32 tahun tersebut. Pressing ketat.

GM memilih bermain efektif. Bergerak dari tengah ke sisi kanan, lalu cepat menyodorkan passing akurat ke pemain lain. Salah satunya, umpan manis kepada Rendi Irwan, mantan penyerang Persebaya. Dari sanalah gol Sidoarjo tercipta. Belum usai babak pertama, GM terlihat bernapas panjang. Kirim kode dua tangan ke atas. Dan, Camat Tanggulangin Sabino pun masuk menggantikannya. Pertandingan berakhir dengan skor 2-2. Imbang untuk kedua tim.
Selama pertandingan, kedua tim benar-benar menikmati mulusnya lapangan Deltras Academy. Rumput lapangan di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, itu konon sudah berstandar AFC. Fasilitasnya juga. Ada tribun di sisi barat. Lengkap dengan ruang ganti yang bersih. Lapangan tersebut baru diresmikan Bupati GM pada Minggu (21/5). Belum sepekan lalu. Dari tanah kas desa (TKD) menjadi lapangan pembinaan sepak bola yang serius.
Sebelum pertandingan persahabatan antara Kabupaten Banjar dan Sidoarjo Rabu (23/5) sore, Kades Siwalanpanji Achmad Choiron mengatakan lapangan milik desanya itu disewa oleh Deltras untuk pembinaan bibit-bibit sepak bola. Setidaknya seminggu 3 kali jadwal latihan di sana.
”Kami berharap bisa lahir pemain-pemain sepak bola yang berprestasi dari sini,” ungkapnya.
Gus Muhdlor juga mengapresiasi fasilitas olahraga baru tersebut. Hal itu diungkapkan saat meresmikan lapangan Deltras Academy maupun mengunjungi lapangan Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Rabu malam harinya. Dia memuji lapangan Sumorame yang juga TKD.
Di sana sudah terbangun fasilitas olahraga dan tempat bermain anak-anak. Menjadi ruang terbuka hijau dengan konsep yang maju. Selalu ramai. Lapangan bolanya pun dilengkapi lampu penerangan. Bantuan dari Pemkab Sidoarjo. (frozi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi