JAKARTA-KEMPALAN: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan akan mengaudit PT LIB. Audit ini dilakukan karena PSM Makassar tak mendapatkan hadiah uang setelah menjuarai Liga 1 musim 2022-2023.
Seperti diketahui, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus menegaskan bahwa tak ada hadiah uang untuk PSM Makassar setelah menjuarai Liga 1 musim 2022-2023.
Ferry berkata bahwa ketiadaan hadiah kompetisi itu sudah disepakati bersama klub-klub di Liga 1, dan sebagai gantinya PT LIB memberikan dana subsidi ke klub-klub peserta kompetisi.
“Semua sudah dikonversikan ke dalam uang kontribusi yang diterima semua klub. Sampai saat ini semua klub memahami hal tersebut. Patut diketahui, kesepakatan ini sudah muncul sejak musim 2018.” kata Direktur Utama, PT LIB Ferry Paulus.
Ketua Umum PSSI, Erick menyayangkan keputusan PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga 1 yang tak memberikan hadiah ke pemenang kompetisi.
Oleh sebab itu, menjelang musim 2023-2024 yang akan bergulir 1 Juli nanti, Erick memerintahkan PT LIB untuk melakukan audit. Pria berusia 52 tahun itu juga meminta PT LIB menyampaikan secara terbuka mengenai rincian pembagian kompensasi dari hak siar serta sponsor.
“Audit ini diperlukan agar terjadi kejelasan dan perbaikan pada pengelolaan keuangan pada seluruh pemangku kepentingan persepakbolaan Indonesia,” ujar Erick dalam jumpa pers di GBK Arena, Jakarta.
“Saya akan lakukan bersih – bersih (baik di Liga maupun PSSI). Harus bisa dipertanggungjawabkan. Apa yang di Liga dan apa di PSSI. Semua harus terbuka agar tidak saling menyalahkan atau menjatuhkan. Baik Liga, PSSI, maupun klub.” tambahnya.
Erick menambahkan faktor inkonsistensi LIB dalam hal bonus kepada juara liga menjadi pemicu perlu dilakukan audit dan pembukuan secara transparan. Dia berharap hal-hal yang menyangkut keuangan kompetisi tak ada yang disembunyikan
“Saya dengar, dalam kerja sama antara LIB dengan PSSI yang sudah berjalan sebelumnya, ada pembayaran LIB ke PSSI melalui transfer. Nah, hal ini juga akan saya audit nanti, uangnya kemana. Tanpa menyalahkan siapa-siapa. Kan mau terbuka. Apalagi sepakbola ini milik rakyat. Kami ini hanya ditugaskan untuk membersihkan.” kata Erick.
Erick juga menyebutkan bahwa di Indonesia, PSSI selaku federasi hanya memiliki sekitar satu persen saham pada komposisi kepemilikan Liga 1. Oleh karena itu, PSSI hanya bisa memberikan pendapatan berdasarkan nilai saham tersebut.
“Hal ini juga akan diaudit, termasuk digunakan untuk kepentingan apa dan dihitung sebagai penerimaan apa di PSSI pemasukan dari saham itu. Di Malaysia, federasi sepakbola memiliki saham 60% di liganya. Tapi di Indonesia sangat demokrasi, hanya 1%. Luar biasa. Namun, saya akan tetap hormati keputusan para pendahulu kita. Saya hormati kesepakatan sebelumnya.” tutupnya.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi