Oleh: Aming Aminoedhin
KEMPALAN: Dalam perjalanan panjangnya, Ramadhan 1444-H atau 2023 ini, pada hari ini kita sudah masuk ke-18. Telah melewati peringatan Malam Nuzulul Quran, pada 17 Ramadhan-nya. Alhamdulillahnya berpuasa bisa berjalan lancar, meski hampir setiap hari hujan, Ramadhan tahun terasa indah dan menyegarkan. Tidak begitu panas cuaca, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Meski dalam berpuasa bukan berarti lantas tidak menulis puisi. Tapi mencoba istiqomah tetaplah menulis puisi. Tentunya, puisi-puisi yang ditulis bicara religi seputar puasa Ramadhan ini.
Ramadhan adalah bulan nan suci, bulan penuh kasih sayang Tuhan kepada umatnya. Juga bulan penuh ampunan yang diberikan Allah SWT bagi mereka yang bersungguh-sungguh berpuasa. “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang terdahulu sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (QS: Al-Baqarah:183).
Seiring dengan itu, maka bagi umat Islam, berpuasa Ramadhan adalah wajib, dan sekaligus jadi tolok ukur keimanan seseorang muslim kepada Allah SWT. Adakah kita berpuasa sungguh-sungguh dengan tawadhuk, atau berpuasa tapi tetap bergunjing saja? Selamat berpuasa yang tinggal beberapa hari saja. Tingkatkan amalan-amalan yang berpahala, tarawih di masjid atau mushola tanpa lupa, setia tadarus ngaji Quran setiap malam, dan perbanyak sedekah.
Agar kolom sastra Kempalan tetap ada pada Minggu, bulan Ramadhan Suci; maka kali ini saya muatkan beberapa puisi yang ditulis saat memasuki Ramadhan 2023 ini. Salam sehat teruslah semangat! (Aming Aminoedhin).
PUISI-PUISI MINGGU INI: AMING AMINOEDHIN
Aming Aminoedhin
TEKA-TEKI RAMADHAN
Bagi banyak orang terkadang jadwal
menghadang malam lailatul qodar
di penghujung pada malam-malam
Ramadhan. Meski kita tak pernah tahu
persis kapan datang malam indah itu, saat
segala isi alam tunduk sujud pada Ilahi.
Padahal pada malam seribu bulan itu,
jadwal mall dan plaza tersebar seribu tawaran diskonan. Melangkah ke masjid atau mall dan plaza, pilihan langkah laku orang jadi merasa sulit. Terutama bagi Ibu-ibu yang suka berburu barang-barang obralan.
Barangkali ini teka-teki Ramadhan, tak
tertebak selama ini. Lalu banyak orang tergoda, ke mall dan plaza mereka pergi. Adakah kita akan ikut berjamaah pada tawaran diskonan, lalu kesampingkan berjuta pahala ditebar pada malam-malam likuran?
Mojokerto, 6/4/2023 (03.52)
Aming Aminoedhin
LANGKAH SETENGAH JALAN
Hampir setengah bulan berjalan di puasa
Ramadhan. Ada rasa terang benderang,
tunjangan hari raya telah datang. Meski
hanya tinggal berupa hitungan-hitungan saja, tapi ada hati terasa lega. Sebab hidup
tak melulu bicara dari angka ke angka, tapi
rasa syukur atas perjalanan puasa. Tak
tergoda oleh cuaca hujan, dari senja
hingga larut malam tiba.
Langkah setengah jalan telah berlalu
merenda doa, meniti ujian demi ujian
pada basah Ramadhan. Tak goyah sejuta
bentuk goda, tetap tegak ada
benturan-benturan hujan. Cuaca tak jadi
mau berkawan pada tarawihan atau tadarusan.
Tapi tetaplah jalan.
Hidup itu terkadang seperti teka-teki, sulit
tertebak tapi ada jawaban pasti. Barangkali perlu dihindari sandaran hanya berupa mimpi-mimpi, langkah nyata lebih bisa ternikmati. Dibarengi sejuta doa-doa dan ngaji.
Mojokerto, 5/4/2023 (03.33)

Aming Aminoedhin
LANGKAH TIGA BELAS
Itu bukan angka sial, siapa bilang begitu?
Pada langkah tiga belas, kian terasa indah
beramadhan-ria. Jalani puasa kini kian
tak terasa berat, kian ringan seharian.
Apa lagi hujan jatuh jadi seperti teman,
dinginkan hati bisa terasa teduh.
Tiga belas itu seperti angka lain, jika
tanpa dia tak sampai angka tiga puluh.
Sebulan penuh berpuasa, ada sekian pahala tak terhitung angka. Itu jika tak ada lobang dalam berpuasa, dan tetap istiqomah tarawih serta mengaji Quran berlebih.
Langkah tiga belas puasa, langkah kian
bernas laku hati dan jiwa. Tak gegabah
dan salah dalam langkah, lewati hari-hari
indah ramadhan suci.
Mojokerto, 4/4/2023 (03.23)
Aming Aminoedhin
LANGKAH DUA BELAS
jangan tergoda hujan jatuh saat tiba
waktu tarawih, itu tipu muslihat setan
bikin enggan melangkah mushola.
ini telah masuk langkah hari-hari
penuh ampunan, jangan tinggalkan.
teramat sayang jika kau abaikan,
sepuluh hari telah penuh kasih sayang.
hari-hari ampunan mari jalani sepenuh hati.
langkah dua belas hari ramadhan, pacu
lagi tadarus ngaji. sebab hujan menuntun
ngaji lebih ternikmati, ada suara indah
di antara gerimis sunyi. bisa menghimpun
pahala ganjaran tanpa tepi.
langkah dua belas ramadhan, tanpa payung melangkah kaki. biarkan gerimis
tak mau habis, jangan terlalu digubris.
ada berjuta pahala tanpa ujung
digelar di mushola.
Mojokerto, 3/4/2023 (03.41)
Aming Aminoedhin
DENTANG PATROL SAAT SAHUR
Dentang suara patrol saat tiba waktu sahur, kini jarang dan tak lagi dengar. Kontrol waktu sahur kini tergantung suara
alarm hape, atau bergetar di bawah bantal.
Dulu suara patrol itu selalu berjalan
memasuki gang-gang kampung, berirama
indah mengajak bangun makan sahur.
Ada kenangan bulan puasa itu, identik
suara musik. Tak tidur sepanjang malam,
hanya mau ikut menabuh irama
kentongan bambu itu.
Dentang suara musik patrol, kini telah
dilipat zaman. Tertanam dalam hape, bisa
bangunkan makan sahur. Tapi ada juga
rasa kangen dengar suara indahnya
menghibur. Ah… kenangan suara patrol
Ramadhan bisa berdentangan, di
malam-malam sunyi seperti ini.
Mojokerto, 2/4/2023 (03.27)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi