BLITAR-KEMPALAN: Matahari sudah tampak redup namun masyarakat desa Panggungrejo kecamatan Panggungrejo Blitar pada hari Selasa 4 Aprl justru tampak sumringah wajahnya. Khususnya warga yang tinggal di sekitar SD Panggungrejo VII, serta para pengendara yang kebetulan melintas. Pasalnya mereka dapat bingkisan takjil buka puasa yang diberikan oleh murid SD Panggungrejo VII. Kegiatan takjil itu bukan kebetulan tetapi memang sebuah kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan sekolah untuk mendidik anak-anak sejak dini agar suka berbagi terhadap sesamanya.
Kepala SD Panggungrejo VII, Kastur mengungkapkan, bahwa kegiatan bagi-bagi takjil ini dimulai tahun ini dan berlangsung sudah tiga kali selama bulan Ramadhan. Para murid dibimbing langsung oleh para guru. Menurut Bu Isna guru SD Panggungrejo VII yang mendampingi langsung saat pembagian takjil, bahwa takjil yang mereka bagikan berasal dari para orang tua murid yang berkecukupan sebagai bentuk sodaqoh terhadap orang yang menjalankan puasa Romadhon. “Para wali murid kompak mendukung kegiatan ini” ujar Bu Isna yang tidak menutupi kegembiraannya bisa mendidik anak didiknya menjadi insan yang tidak egois.
Terlihat para murid SD yang berseragam rapi itu juga tampak senang membagikan bingkisan kepada pengendara yang lewat. Tanpa pilih pilih siapapun yang lewat dan berhenti akan menerima bingkisan berupa menu buka puasa. Mereka juga membuat alat peraga berupa kertas karton dan gabus dengan dihiasi gambar-gambar yang unik agar para pengendara yang melintas tahu, bahwa mereka sedang membagikan takjil.
Para pengendara banyak yang berhenti untuk menerima bingkisan yang diserahkan oleh para murid SD panggungrejo VII.
Kebetulan Camat Panggungrejo, Basuki yang kebetulan hendak melintas melihat kegiatan itu tampak ikut gembira. “luar biasa anak-anak itu, pendidikan seperti ini sangat penting agar sejak dini anak-anak memiliki kepedulian terhadap sesama.
Selain ibadah mahdoh, anak-anak perlu diedukasi tentang muamalah, apalagi ini di bulan Romadhon” ujar Camat Basuki sambil memperhatikan dari kejauhan. Menurutnya, selain IQ nya, kecerdasan emosianalnya juga perlu diperhatikan. Kegiatan seperti ini akan menimbulkan empati terhadap sesame dan menjauhkan dari kebencian. “intinya, pendidikan itu adalah character building. Saya sangat mengapresiasi melihat kegiatan ini” ujarnya. (Moch. Walid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi