Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 10:49 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Dorong Sinergitas Hexa Helix Approach Buka Spektrum Baru Desa Mandiri

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi melakukan Kick Off Program Klinik Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan Akademi Wisata Tahun 2023, Kamis (16/3) malam. Langkah ini diyakini akan efektif untuk membuka spektrum baru pengembangan  desa Mandiri di Jawa Timur.

Sebab menurut Khofifah, sebuah desa jika sudah  dikategorikan sebagai desa mandiri maka support dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi akan berkurang bahkan bisa zero.

“Sesungguhnya kita tidak hanya menarget Desa Mandiri makin banyak, tapi desa yang sudah mandiri itu harapan kita  akan menemukan spektrum baru meluaskan jejaring produk-produk kreatif mereka sehingga mandiri dan produktif,” kata Gubernur Khofifah dalam sambutannya saat Kick Off Program Klinik Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan Akademi Wisata Tahun 2023 di Hotel Artotel TS Surabaya.

Oleh sebab itu, melalui forum tersebut, Khofifah berharap adanya konektivitas dan sinergi yang dibangun dengan _hexa helix approach_ yang melibatkan enam sektor. Yaitu sektor perguruan tinggi atau akademik, sektor usaha atau _private sector,_ sektor pemerintah, masyarakat, media, dan permodalan.

“Ini menjadi momentum untuk membangun sinergi di antara kita semua pasti banyak potensi-potensi yang luar biasa yang dimiliki oleh masing-masing institusi,” ucapnya.

Orang nomor satu di Jatim itu menjelaskan bahwa melalui hexa helix approach desa-desa mandiri akan mampu menemukan ruang yang memungkinkan pelaku UMKM bisa terus tumbuh berkembang serta menemukan ekosistem usaha yang lebih berkembang dan lebih baik lagi.

“Jadi mereka akan tetap bertumbuh, berkembang, dan kita berharap kemandirian yang terus tumbuh dan berkembang itu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desanya,” jelasnya.

Desa Mandiri di Jawa Timur per Juli  2022 tercatat mencapai 1.490 desa dan merupakan yang terbanyak secara nasional setara 23,88%. Agar potensi-potensi yang ada dapat terus berkembang, Khofifah telah melakukan identifikasi dan menemukenali desa-desa yang bisa mendapatkan support dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI sebagai desa devisa.

“Saya muter blusukan antara lain menemukenali produk original yang memungkinkan bisa terakses pasar global itulah Desa Devisa, per hari ini ada 64  Desa Devisa di Jawa Timur kita masih punya 85 lagi yang kita ajukan,” sebutnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengatakan, ia dan pihaknya masih akan terus memaksimalkan desa-desa mandiri yang potensial, produktif, kreatif, dan inovatif untuk dibangunkan aksesnya oleh LPEI.

“Kalau hari ini 64 insya Allah Maret ini tambah 15, tapi kita punya stok yang kita ajukan 85 Desa Devisa,” ungkapnya.

Mantan Menteri Sosial RI itu juga berharap forum ini menjadi bagian penguat komitmen untuk memberikan pemberdayaan, pendampingan dan kemajuan bagi masyarakat di desa. Pasalnya kekuatan _bottom up participation_ di Jawa Timur dinilai luar biasa yang dibuktikan bahwa Kabupaten dan kelurahan dengan inovasi terbanyak ada di Jawa Timur.

“Supaya ketika kita memberikan stimulan kita yakin bahwa akan menjadi multiplier  efek yang insya Allah siginifikan bagi penguatan dan pemberdayaan masyarakat di desa,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, didampingi Kadis PMD, Gubernur Khofifah juga menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus kepada 10 desa masing-masing menerima Rp. 100.000.000. Di antaranya Ds. Kemirigede Kab. Blitar, Ds. Cluring Kab. Banyuwangi, Ds Tanjungan Kab. Gresik, Ds. Sumberbendo, Kab. Kediri.

Kemudian Ds. Kebundadap Timur Kab. Sumenep, Ds. Pacet Kab. Mojokerto, Ds. Patungrejo Kab. Magetan, Ds. Wonorejo Kab. Situbondo, Ds. Banaran Kab. Tulungagung, dan DS. Dadapan Kab. Pacitan.(Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.