Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 05:32 WIB
Surabaya
--°C

Resmikan Masjid dan Warung Bebek Sinjay, Khofifah: Ini Wujud Jihad Bil Maal

BANGKALAN-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Masjid Zainabur Ramli Al Amin dan Warung Bebek Sinar Jaya (Sinjay) yang berlokasi di Raya Ketengan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jumat (10/3) pagi.

Secara khusus Khofifah mengapresiasi perkembangan usaha kuliner yang dirintis oleh Hj. Muslihah dan keluarga ini. Pasalnya, usaha kuliner ini cukup signifikan berperan dalam memajukan ekonomi masyarakat Bangkalan dan sekitarnya.

Tidak hanya itu, peresmian masjid dan Warung Bebek Sinjay yang berada dalam satu komplek ini, menurut Khofifah, juga merupakan wujud keseimbangan dan keberseiringan antara aspek ekonomi dan aspek rohani.

“Ada keberseiringan antara aspek ekonomi dan aspek rohani. Aspek material dan spiritual, yang dua duanya dibangun secara seimbang,” kata Khofifah dalam sambutannya.

Lebih lanjut Khofifah menyebut, tidak dapat dipungkiri bahwa Warung Bebek Sinjay telah memberikan kontribusi terhadap PAD Kab. Bangkalan. Selain itu, usaha kuliner ini juga telah membuka banyak lapangan pekerjaan kepada masyarakat di Kabupaten Bangkalan.

BACA JUGA  Pemkot Surabaya Terima Sapi Banpres 850 Kg, Dibeli dari Peternak Lokal

Untuk itu secara khusus ia mengajak seluruh hadirin untuk berdoa agar usaha kuliner Bebek Sinjay ini bisa terus berkembang dan membawa manfaat bagi lebih besar bagi masyarakat.

“Mari kita doakan bersama semoga usaha kuliner ini terus berkembang, semakin besar membuka lapangan pekerjaan dan semakin membawa berkah dunia dan akhirat,” tegasnya.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Jatim ini juga mengatakan bahwa pendirian masjid dalam komplek Warung Bebek Sinjay ini merupakan wujud upaya kebersatuan  _jihad bil maal_. Yaitu berjuang untuk kemaslahatan agama menggunakan usaha ekonomi, memanfaatkan harta untuk kepentingan umat.

“Bagaimana sebetulnya jihad bil maal ini menjadi bagian penting dari gerakan seluruh santri, gerakan seluruh masyarakat, gerakan kita semua, _wajahidu bi amwalikum wa anfusikum fisabilillah_ ” katanya.

Menurut Khofifah yang dilakukan inisiator Warung Bebek Sinjay juga mencerminkan perjuangan _Nahdlatut Tujjar._ Yaitu bagaimana awal dari para saudagar bersatu dan menjadi cikal bakal berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama.

BACA JUGA  Adopsi Sukses IVCA Rally 2026, Bumi Jenggolo III Siap Guncang Sidoarjo dengan 10 Ribu Onthelis Mancanegara

“Kalau berangkat dari sebelum Nahdlatul Ulama lahir maka Nahdlatut Tudjar lebih dulu lahir,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Jatim ini juga mengulik penamaan ‘warung’ pada rumah makan bebek goreng asal Bangkalan Madura ini. Meskipun luasan area Warung Bebek Sinjay ini melebihi restoran atau rumah makan, pemiliknya tetap menggunakan nama warung untuk rumah makannya.

Bahkan Khofifah menyebut Hj.  Muslihah, pemilik usaha Warung Bebek Sinjay, merupakan santri memiliki pola pikir ketawadhukan.

“Akhirnya, beliau memilih keberuntungan dengan menggunakan nama warung dipercaya lebih mujur,” sebutnya.

“Insya Allah memberi manfaat untuk masyarakat, karena sering digunakan untuk pengajian. Jadi ini manfaatnya terasa. Berapa tenaga kerja yang direkrut warung ini,  berapa omsetnya seiring dengan penggunaannya untuk kegiatan sosial keagamaan,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.