JAKARTA-KEMPALAN: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan tanggapannya terkait isu Shin Tae-yong Out, Erick menyebut bahwa isu tersebut hanya lah sebuah aksi psywar yang sengaja dilakukan media-media Vietnam.
Pelatih Timnas, Shin Tae-yong sedang santer dikabarkan akan segera meninggalkan posisinya sebagai pelatih Indonesia. Kabar tersebut muncul usai Timnas U-20 meraih hasil buruk di laga perdana Piala AFF U-20 2023.
Namun, kabar miring tersebut dibantah secara tegas oleh Ketua Umum baru PSSI Erick Thohir. Erick bahkan menuding bahwa isu tersebut sengaja disebarkan oleh media Vietnam sebagai bentuk perang psikologis.
“Kemarin juga saya ditanya apakah mau ganti Shin Tae-yong, coba lihat beritanya. Itu media-media dari Negara Vietnam. Kenapa media di Indonesia ikut nulis? Artinya itu psywar untuk menjatuhkan mental kita.” kata Erick dikutip dari ANTARA.
“Mungkin jangan-jangan Vietnam yang mau ganti pelatih. Mungkin, saya nggak tahu. Mereka mungkin takut lihat tim kita.” tambah pria kelahiran 1970 itu.
Oleh karena itu, Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu meminta media Indonesia tidak ikut-ikutan menyebarkan isu yang bisa menjatuhkan mental para pemain.
“Media jangan menjadi bagian untuk yang tidak mendukung timnas Indonesia terbang tinggi. Ataupun ketika tersungkur kita menunjuk-nunjuk. Ini Merah Putih loh. Dulu waktu perang, kita robek bendera biru jadi Merah Putih loh. Masa kita mau robek diri kita sendiri.” kata Erick.
Erick Thohir mengatakan bahwa kinerja Shin Tae-yong sudah sangat bagus. Dia juga berjanji pada pelatih asal Korea Selatan itu akan memberikan dukungan.
“Semua statement bahwa Shin Tae-yong akan diganti itu salah besar. Saya bertemu dengan Shin Tae-yong sebelum berangkat untuk lihat program dan beliau minta dukungan.” kata pria berusia 52 tahun itu.
“Saya rasa dia pelatih yang bagus dan harus didukung. Isunya bukan perpanjang atau tidak, kita harus support timnas kita.” tambahnya.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi