BANGKALAN-KEMPALAN: Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Tahap 2 di Kabupaten Bangkalan mengeluhkan anggaran yang tak kunjung cair.
Hal itu diungkapkan Sekretaris P2KD Banyonneng Laok, Kecamatan Geger Abdul Wahab, ia mengutarakan, proses pendaftaran calon Kepala Desa akan segera ditutup pada tanggal 27 Februari, akan tetapi panitia Pilkades belum memiliki anggaran.
”Anggaran belum ada yang turun proses pendaftaran calon hampir ditutup, selama kita melayani para pendaftar uang pribadi bahkan cari dana talangan,” kata Wahab sapaan akrabnya Jumat (24/2).
Hal senada juga diungkapkan Rusman, Panitia Pemilihan kepala Desa Kelayapan Kecamatan Sepuluh, ia bahkan sudah mengajukan anggaran panitia ke Kecamatan Sepuluh, namun hingga saat ini belum ada kejelasan kapan anggaran panitia akan diberikan.
“Setelah pendaftaran ditutup, kita akan melakukan penelitian berkas, sudah barang tentu kita mengkonfirmasi ke tiap Instansi yang berkaitan dengan berkas calon, kalau tidak ada anggaran nya kita bisa apa,” kata Pria lulusan UIN sunan Ampel Surabaya itu.
Menanggapi keluhan itu, PLT Bupati Bangkalan melalui Plt Asisten pemerintahan Ismed Efendi, anggaran Pilkades disiapkan dari Anggaran Dana Desa (ADD) dengan mekanisme pengangran melalui APBDes.
“Tunggu semua rampung proses pengajuan nya,” kata Ismed usai menghadiri pelantikan PAW Kepala Desa Sabiyan kecamatan Bangkalan di Pendopo Agung (24/03/2023).
Sementara itu salah satu Tim Fasilitasi Pemilihan kepala Desa (TFPKD) Bahiruddin mengatakan, anggaran panitia Pilkades selambat-lambatnya harus dicairkan sebelum proses penetapan calon.
“Paling lambat akhir bulan Maret harus sudah cair, kalau tidak cair, rumit nanti itu,” tambahnya. (EDW)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi