Juve Zhang
Zaman kerja di Denpasar sering mengayuh sepeda lewat Sari Club logo nya SC huruf kapital besar. Kafe SC ramai sekali turis asing minum bir. Ber puluh krat per harinya. Dr.Azhari pasti sering lewat atau bahkan mampir ke kafe buat “survey” lokasi. Yg kemudian di ledakan nya. Makan korban 200 lebih. RIP buat para korban yg tak kenal Dr.A dan tak memusuhi siapapun. Saya merasa beruntung tak lewat SC karena sering sekali sepeda an lewat SC. kalau anda benci orang tertentu datangi saja ke negara nya dan ledakan disana.itu lebih “jantan” dan berjiwa “patriot” . Dr A dan Nurdin Top sendiri yg otaknya IQ 140 plus minus kenapa tidak meledakan keahliannya di negaranya ? Kok milih Indonesia?. Itulah Dr.A dan NT dia mencintai negaranya dan sadar tak boleh mencemarkan nama negaranya . Jadi ledakan saja di Indonesia. Ada teroris disuruh meledakan bom di kota kelahirannya yg sama dengan saya. Dia menolak dan memilih kota lain yg jaraknya 120 km dan akhirnya setelah selesai di penjara balik ke kota kelahirannya. Sekarang jualan es kelapa di pinggir jalan.
Leong putu
“Le….baiklah…., kamu om ijinkan untuk menikahi Dea. Usahamu untuk meyakinkan om, bahwa kamu layak untuk Dea cukup radikal”. …..itu kata bapak camer dulu….
Johan
Perlu ada assessment untuk menilai sejauh mana suksesnya program deradikalisasi. Setiap satu semester berikan ujian 1 soal saja. Dengan pertanyaan seperti berikut: Demi Allah SWT. Golongan mana yang paling anda benci? A. Yahudi B. Nasrani C Shinto B. Syah C. Ahmadiyah D. Benar semua Jawaban mereka sangat penting untuk penilaian progres deradikalisasi. Peserta harus langsung dikeluarkan dari program jika pilihannya adalah C. Mengapa? Karena orang itu bukan radikal. Tapi gila.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi