Bagaimana dengan layanan di rumah sakit? Pasien hampir tidak ada di poli. Per hari rata-rata sekitar 3-5 pasien yang datang. Jumlah operasi sangat minim. Jika beruntung bisa 1 pasien dalm 2 minggu. Belum lagi pasien yang harus dirujuk karena kuota pembiayaan BPJS yang tidak memenuhi.”
Melihat fenomena di atas jika fokusnya hanya hitungan ketersediaan dokter –seperti hitungan pembagian matematika– maka dapat dipastikan problematikanya pasti akan berulang terus. Ketersediaan dokter spesialis tidak otomatis akan diserbu masyarakat. Tidak semua rumah sakit siap dengan SDM, alat, dan juga sistem penunjangnya.
Tidak semua pemerintah daerah mampu dan mau memberikan insentif yang layak agar dokter spesialis betah dan rela bertugas di daerah.
Proses pembenahan dan penambahan produksi dokter spesialis ini harus didasari data kebutuhan yang akurat. Based on demand, secara spesifik antar daerah yang mungkin tidak sama.
Produksi, distribusi (pemerataan), dan pemenuhan kesejahteraan dokter spesialis menjadi urgensi yang harus segera dilakukan. Ketiganya harus berjalan beriringan. Tidak bisa satu meninggalkan yang lain. Dokter tidak bisa dibuat produksi masal. Risikonya sangat besar. Suatu saat akan terjadi over kuota. Kompetisi antar dokter hanya akan merugikan pasien dan masyarakat. Dan ketahanan kesehatan bangsa pasti akan rapuh. Karena dokter berhubungan dengan manusia.
Melakukan perubahan besar ibarat seperti mengubah haluan kapal besar yang sedang melaju. Ketergesaan dan tanpa perhitungan matang, terlebih pemaksaan ego kendali regulator yang berlebihan, hanya akan membuat kapal terbalik dan hancur.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi