Kamis, 9 Juli 2026, pukul : 09:12 WIB
Surabaya
--°C

Revolusi Prancis

Mbappe menjadi pemain sayap kiri terbaik di Piala Dunia kali ini. Kecepatannya, kekuatan fisiknya, dan intelijensia permainnya membuat Mbappe menjadi salah satu favorit pemain terbaik. Ia sudah mencetak 5 gol dan menjadi kandidat terkuat top scorer.

Hakimi menjadi salah satu bek kanan terbaik di turnamen. Sepanjang perhelatan Piala Dunia Maroko tidak pernah kalah, dan hanya kebobolan sekali, itupun karena gol bunuh diri. Hakimi, tidak pelak, menjadi kekuatan sentral di pertahanan Maroko. Kali ini, Hakimi harus menghentikan Mbappe kalau Maroko ingin menang.

Pertandingan ini juga membawa kenangan sejarah yang panjang. Prancis menjadi kekuatan Eropa yang dahsyat di bawah Napoleon Bonaparte. Prancis menjajah Mesir dan merambah ke negara-negara Afrika termasuk Maroko dan Aljazair. Prancis menjadi kekuatan kolonial yang menjajah, tetapi sekaligus memberdayakan negara-negara jajahan supaya melek ilmu pengetahuan dan teknologi.

BACA JUGA  Mengapa Penderita NPD Tidak Betah di Hubungan yang Nyaman

BACA JUGA: Singa Atlas

Kebangkitan Prancis dimulai dari Revolusi 1776. Revolusi yang berlangsung antara 5 Mei 1789 sampai 9 November 1799 menjadi salah satu peristiwa paling penting di pengujung abad ke-18. Revolusi ini tidak hanya membawa pengaruh bagi rakyat Prancis, tetapi juga berdampak pada perkembangan kehidupan sosial, politik, serta ekonomi di Eropa dan seluruh dunia.

Sejak abad ke-13, raja-raja Prancis berusaha menyingkirkan para bangsawan feodal untuk memonopoli kekuasaan. Langkah itu membuat kekuasaan raja menjadi absolut, dan mengalami puncaknya pada masa Louis XIV (1643-1715).

Raja Louis XIV memerintah dengan sewenang-wenang, bahkan tanpa undang-undang, hukum, parlemen, dan tanpa aturan yang membatasi penggunaan keuangan negara. Semboyannya yang terkenal “Le’etat cest moi” atau “negara adalah saya”. Hukum tertinggi adalah hukum raja. Siapa saja yang menentang kehendak raja, penjara tempatnya.

BACA JUGA  Kamu Bahagia, Narsisis Terluka

Pemerintahan yang tanpa kontrol menyebabkan krisis keuangan yang sangat berat. Keuangan negara dalam keadaan nyaris bangkrut, dan menjadi semakin buruk karena kebiasaan permaisuri Raja Louis XVI, Marie Antoinette, yang suka berfoya-foya dan hidup dalam kemewahan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.