Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 17:04 WIB
Surabaya
--°C

Maju jadi Ketum, Erick Thohir ingin Singkirkan Tangan-Tangan Kotor dari PSSI

BEKASI-KEMPALAN: Erick Thohir menegaskan bahwa dirinya berniat untuk menyingkirkan tangan-tangan kotor dari PSSI guna memajukan sepakbola di Indonesia.

Erick Thohir telah secara resmi mendaftar sebagai calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2037. Menteri BUMN itu secara langsung menyerahkan berkas kelengkapan pendaftarannya di Kantor PSSI, GBK Arena, Jakarta, pada Minggu (15/1).

Dalam sesi tanya jawab, Erick menyebut bahwa dirinya akan berusaha menyingkirkan tangan-tangan kotor dari PSSI untuk perkembangan sepakbola Indonesia yang lebih baik.

“Apa menurut teman-teman media? tidak serius? Jadi bongkar-bongkar untuk perbaikan masa depan sepakbola nasional. Kita harus memastikan ke depan jangan ada tangan-tangan kotor di sepakbola Indonesia, kita harus perbaiki ini.” kata Erick Thohir

Erick juga menyoroti terlalu sedikitnya piramida kompetisi di sepak bola Indonesia. Menurutnya Indonesia harus memiliki jenjang kompetisi yang lebih baik agar pemain muda bisa mendapat lebih banyak kesempatan bermain.

BACA JUGA: Puji Persija, Pelatih Bali United: Mereka Tim Bagus, Kami Respek

“Kalau kita lihat, struktur liga kita terlalu sedikit, Piala Indonesia yang mempertemukan seluruh tim tidak berjalan, semakin banyak kompetisi, tentu memberikan lebih banyak kesempatan bermain bagi para pemain muda. Motivasi pemain dari Liga 3 saat bertemu tim Liga 1 tentu akan sangat berbeda, atmosfer ini harus seharusnya menjadi perhatian.” kata Erick Thohir.

Pria berusia 52 tahun itu juga mengatakan bahwa perbaikan sepakbola Indonesia merupakan tugas bersama, baik dari PSSI, klub, hingga suporter.

“Banyak yang sering bilang ke saya, sepakbola kita jalan di tempat. Saya kurang sepakat, sepakbola kita juga berkembang, tapi perkembangan negara lain jauh lebih cepat. Ini yang ingin saya kejar.” ucapnya.

“Kita punya sumber daya yang besar, infrastruktur yang kuat, masyarakat yang begitu gila bola. Tinggal bagaimana kita membangun harmoni seluruh elemen dalam membebani sepakbola dalam negeri, kuncinya cuma satu, nyali, berani apa tidak?” tutup mantan Presiden Inter Milan itu.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.