“Kami menghormati setiap tamu yang datang tanpa pandang bulu. Karena itu ajaran Rasulullah kami, bahwa barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat hendaklah menghormati tamunya.”
“Tapi tolong para tamu juga menghormati budaya kami. Masyarakat kami. Masyarakat dan budaya kami menolak LGBT,” kata utusan Qatar dalam rapat FIFA.
Timnas Jerman
Qatar konsisten dengan sikapnya. Tidak model kok pagi kedele sore tempe malamnya jadi mendolan. Contoh sikapnya terhadap Timnas Jerman.

Timnas Jerman datang ke Qatar dengan membawa dua misi. Pertama, merebut juara dunia untuk kelima kalinya. Kedua, melakukan propaganda LGBT. Qatar tetap melayani Jerman seperti terhadap tim-tim lain. Tim umumnya naik bus ke stadion, Jerman juga naik bus. Tidak kok dinaikkan truk atau colt tepak. Suporter Jerman pun ditawari makanan sedekah seperti kepada suporter yang lain.
Tetapi ketika Jerman hendak melakukan misi kedua dengan memasang simbol-simbol kaum sodom dan gomoroh, Qatar dengan tegas menentang.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi