Syukurlah kedua misi Jerman berantakan. Jerman harus pulang pagi-pagi setelah tidak lolos grup. Misi propagandanya seperti hendak mengenakan pita pelangi di lengan ditolak FIFA. Jerman harus pulang dengan muka kecut, kepala ditekuk seperti unta. Untungnya tidak pulang tidur di gardu bantal kentongan. Qatar mengantar kepulangan Jerman tetap dengan sikap hormat.
Dan Qatar telah mengglobalkan konsep dasar hubungan manusia yang didasarkan Quran Surah Hujurat 13.
“Wahai manusia. Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamju berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paling mulia di sisi Allah di antara kamu ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui Maha Teliti.”
Konsep dasar ini merupakan antitesis dari konsepnya Yakjuj dan Makjuj yang melakukan penindasan sesama manusia, diskriminasi, pembersihan etnis dan genocide melalui penghentikan reproduksi manusia, perdagangan manusia, perbudakan, menggelapkan hati manusia.
Rabbi a’lam (Tuhan Mata Tahu). (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi