Qatar tahu persis kisah umat Luth di Quran itu bukan dongeng melainkan peringatan untuk kapan saja dan di mana saja. Dan hukum Allah itu kekal dan pasti terjadi.
“Maka Kami jadikan (yang demikian) itu peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (Quran, Al Baqarah 66).
Qatar tenang-tenang saja menghadapi serangan media Barat secara membuta-babi eh .. membabi buta. Istilah Jawa: sik betah tunggak timbang gagak (masih betah tunggak kayu daripada gagak yang kaok-kaok).
Qatar sangat mafhum bahwa caci maki, ujaran kebencian, menyerang dengan hoax, mencela, menfitnah itu adalah salah senjata golongan mufsidun dan sejenisnya seperti buzzer.
“…maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum. Dia (Allah) mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya. Bersikap lemah lembut terhadap orang-oang yang beriman, tetapi bersikap tegas terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut terhadap celaan orang-orang yang suka mencela…” (Quran, Al Maidah 54).
Yang mencak-mencak membela Qatar adalah Presiden FIFA Gianni Infatino. “Media Barat munafik. Menuntut orang lain menghormati budaya Barat tetapi tidak mau menghormati budaya orang lain.”
Cukup sekali bagi Qatar memberi penjelasan. Setelah itu diam. Lebih baik menunjukkan dengan bukti, bukan dengan pernyataan sampai mulut berbusa-busa dan mata mendelik-delik.
“Kami tidak menolak penganut LGBT datang menyaksikan Piala Dunia. Silakan datang. Tapi jangan melakukan praktik LGBT di negara kami. Jangan melakukan kampanye dan propaganda.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi