Perselisihan ini bisa membuat Belgia kehilangan fokus dan terlempar dari persaingan. Di arena Qatar ini Belgia termasuk tim yang terlibat dalam aktivitas politik memrotes pelanggaran HAM (hak asasi manusia) dan pelarangan LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) selama penyelenggaraan Piala Dunia. Hal ini dianggap mengurangi konsentrasi pemain. Seperti Jerman, akhirnya Belgia dianggap lebih sibuk berpolitik ketimbang bermain bola.
Pemain-pemain Belgia sebenarnya tidak tua-tua amat. Tetapi mereka sudah kehilangan ‘’usia emas’’ seperti pada Piala Dunia 2018 yang lalu. Ketika itu Belgia dianggap sebagai kuda hitam yang bisa menjadi juara, karena diperkuat oleh generasi emas yang sedang berada pada puncak karir.
BACA JUGA: Samurai Biru
Sekarang momentum itu dianggap hilang. Memang kebanyakan mereka sudah berusia awal 30-an, termasuk De Bruyne. Tapi, usia itu tidak bisa dianggap sebagai angka uzur karena masih banyak pemain yang jauh lebih senior tapi masih berkualitas.
Ronaldo sudah berusia 37 tahun, sudah mulai berkurang kecepatannya, tapi nalurinya mencetak gol di depan gawang masih sangat tajam. Kali ini Ronaldo mencatat rekor dunia sebagai pemain yang mencetak gol di lima edisi Piala Dunia.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi