Ternyata, dari ratusan investor itu ada yang memang menerima keuntungan dari SAN. Tapi sebagian besar, tidak menerima. Nah, mereka yang tidak menerima ini ribut. Karena mereka dikejar-kejar debt collector. Lapor polisi.
Kok, mahasiswa enggak mikir? “Soalnya kami tergiur para senior pada inves. Dan, dibuatkan grup WA, ramai pada inves,” kata mahasiswi yang ogah disebut nama.
Polisi kini menunggu. Pihak rektorat menunggu. Inventarisir problem.
BACA JUGA: Dampak Pribadi Ganda si Kebaya Merah ke Masyarakat
Rektor IPB Arif Satria kepada pers, Senin, 14 November 2022 mengatakan, pihak kampus sudah mempelajari kasus ini. Akan mengambil langkah cepat. Ada empat langkah yang akan dilakukan.
Pertama, membuka posko pengaduan dari para mahasiswa yang menjadi korban. Jumlah korban ratusan, tapi tepatnya masih simpang-siur.
Kedua, memilah-milah tipe kasus. Apakah semuanya sama, utang online untuk investasi ke SAN, atau mungkin ada yang bentuknya beda.
Ketiga, IPB menyiapkan bantuan hukum untuk mahasiswa yang tertipu usaha online dalam kasus ini.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi