Sejak 1851 hingga hari ini, Montagu dikenal karena memiliki sumber air mineral panas. Berbeda dengan air panas di Ciater, Kabupaten Bandung atau Ciseeng, Parung, Kabupaten Bogor yang bersumber dari Belerang, di Montagu bukan.
Montagu, di kelilingi pegunangan batu yang luar biasa indahnya, perpaduan warna merah bercampur warna lain. Montagu juga dikenal sebagai daerah pertanian dan perkebunan. Kebun dan kebun anggur terhampar begitu luas.
Selain itu, daerah pertaniannya, juga ditanami bunga ‘Koo’, yang terletak di utara kota. Juga terkenal dengan kualitas buah apel, pir, aprikot, dan persiknya.
BACA JUGA: Live Boxing TV One: Pertahanan Commey Lemah
Tak heran jika udara kotanya sangat sejuk. Di puncak musim panas 2022 saja, hanya 18 derajat celsius. Kota yang tenang, meski penduduk utamanya berkulit hitam, tetapi kota peninggalan Belanda dan Inggris tetap terjaga dengan baik.
Gedung-gedung peninggalan Belanda-Inggris terawat dengan apik. Berbeda dengan di negara kita, gedung-gedung tua eks. Belanda, atas nama ‘kebencian’ atas penjajahan, dihancurkan.
Saya ingat saat setahun bekerja di Majalah Olympic, di Jalan Kembung, Jakarta kota, 1978 saat itu masih sangat banyak bangunan bersejarah dan indah, kini lebih dari 70 persen habis karena keserakahan. Habis karena kerakusan. Padahal, 1985 saat saya pertama ke Belanda, ada bagian Jakarta kota sangat mirip dengan Amsterdam. Sekarang punah dan diganti dengan gedung kotak-kotak yang sama sekali jauh dari indah.
Kembali ke Montagu. Bukit-bukit batu yang indah itu, juga dijadikan area olahraga panjat tebing.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi