Menu

Mode Gelap

Kempalandok · 9 Nov 2022 17:09 WIB ·

Dosen Fakultas Kedokteran Ubaya Beri Panduan Pertolongan Pertama Selamatkan Pasien Henti Napas di Kerumunan


					dr. Ardyan Prima Wardhana, Sp.An Perbesar

dr. Ardyan Prima Wardhana, Sp.An

SURABAYA –KEMPALAN: Banyaknya tontonan langsung seperti konser, festival, dan pertandingan olahraga di tengah meredanya pandemi Covid-19 memunculkan euforia masyarakat. Sayangnya, berkumpulnya massa yang besar dalam satu tempat tak jarang membuat penonton berdesak-desakan. Dalam beberapa kasus, seseorang dapat mengalami sesak napas dan henti jantung hingga merenggut nyawa. Menanggapi hal ini, Dosen Fakultas Kedokteran Ubaya, dr. Ardyan Prima Wardhana, Sp.An, memberikan panduan pertolongan pertama yang bisa dilakukan masyarakat apabila menemui seseorang yang tak sadarkan diri akibat henti napas di tengah kerumunan.

Ardyan mengatakan, penyebab kematian akibat kerumunan massa adalah himpitan pada ruangan yang sempit dan tertutup. “Ketika manusia terhimpit, dia seperti orang tercekik dan tidak bisa bernapas. Lalu dia bisa lemas dan pingsan akibat kekurangan oksigen. Kalau dibiarkan dalam waktu yang lama dapat berujung ke kematian,” jelasnya.

Bila menemukan kasus seperti itu, respon yang tepat perlu dilakukan. Pertama, korban harus dipindahkan ke lingkungan yang memiliki udara bebas, jauh dari keramaian, dan dibaringkan di permukaan datar. Selanjutnya, segera melakukan pengecekan respon terhadap orang yang ditolong. Hal pertama yang dicek adalah jalan napas dan napas korban. Caranya adalah mengangkat dagu pasien lalu rasakan dan dengarkan hembusan napas yang keluar dari hidung atau mulutnya.

“Adanya hembusan napas juga dapat terlihat dari dada atau perut pasien yang terangkat. Bila tidak ada hembusan napas dalam 5-10 detik, maka perlu segera mencari bantuan medis,” lanjutnya. Selagi menunggu tenaga medis datang, penolong harus segera melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR). CPR dapat membantu memperbesar peluang keselamatan pasien. CPR dilakukan dengan tahapan :

  1. Letakkan pangkal telapak tangan dominan bagian bawah di tengah dada lalu kunci dengan jemari tangan lainnya. Secara spesifik, untuk pria letaknya di pertemuan garis yang menghubungkan puting susu dengan tengah dada. Sedangkan untuk wanita, ditarik garis lurus dari pangkal ketiak ke tengah dada.
  2. Memberikan pijat jantung sebanyak 30 kali dengan kecepatan 100 kali per menit (atau sekitar 3-4 tekanan setiap 2 detik). Tangan harus lurus dengan bahu dan sejajar dengan tangan. Ketika melakukan kompresi, badan harus condong ke pasien dan gerakannya dari panggul untuk mengurangi rasa lelah.
  3. Lanjut dengan memberikan napas buatan dengan cara menjepit hidung pasien lalu meniupkan udara dari mulut sebanyak dua kali. Teknik dikatakan tepat apabila dada pasien terangkat saat diberikan napas buatan.
  4. Ulangi kembali pemberian CPR dengan perbandingan 30 pijat jantung : 2 napas buatan.

dr. Ardyan memperagakan teknik CPR

Dokter spesialis anastesi itu mengatakan kesalahan yang sering terjadi adalah kecepatan pijat jantung yang terburu-buru, sehingga melebihi dari yang dibutuhkan. Kemudian, ada penolong yang enggan untuk memberikan bantuan napas dari mulut ke mulut. Bila seperti itu, menurut dr. Ardyan, penolong lebih baik tetap menolong dengan pijat jantung daripada tidak sama sekali.

CPR boleh dihentikan ketika pasien sudah mulai bernapas atau ada instruksi dari tim medis untuk berhenti.  “Yang perlu diingat adalah CPR hanya sebagai pertolongan pertama. Bantuan kepada pasien bisa jadi sia-sia bila tidak ada bantuan medis yang segera datang,” tegasnya. Walaupun hanya bersifat sebagai pertolongan pertama, namun penting bagi masyarakat untuk memahami CPR agar dapat menyelamatkan nyawa orang lain di tengah kondisi darurat. (Zha Zha Elenita Santoso)

Editor: Freddy Mutiara

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Mahasiswa Farmasi UBAYA Belajar di Luar Kampus: Tanam TOGA Bersama Masyarakat

16 November 2022 - 10:59 WIB

Hari Diabetes Sedunia, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Ubaya Kampanye “Stop Konsumsi Gula Berlebih”

13 November 2022 - 14:29 WIB

UBAYA Transfer of Knowledge Pembuatan Minuman Herbal Instan di Usaha Jamu Gendong

12 November 2022 - 20:33 WIB

Hari Kesehatan Nasional, Gubernur Khofifah: Kesehatan Modal Jatim Bangkit Lebih Kuat dan Hebat

12 November 2022 - 08:25 WIB

Program Yankes Bergerak Disambut Antusias, Gubernur Khofifah Apresiasi Ketulusan Tim Nakes Layani Masyarakat Pulau Kangean

6 November 2022 - 16:43 WIB

Cegah Meluasnya Covid-19 akibat Subvarian Omicron XBB, Gubernur Khofifah: Kuatkan Kembali Prokes dan Percepat Vaksin Booster

6 November 2022 - 11:51 WIB

Trending di Kempalandok