Pryadi Satriana
Hmm…, terima kasih buat Pak Johannes Kitono, Bung Amat Kasela, Pak Liang YangAn, Pak Chei Samen, dan Kang Sabarikhlas dll. Tabik. Jangan sekali-kali ‘menantang hukum’ – bersikap ‘berani mati’ tak takut dipermasalahkan secara hukum – kalau memang ‘tidak bersih’ secara hukum! Sekeras apa pun Anda bicara, kalau memang ‘bersih secara hukum’, Anda tidak akan bisa dipermasalahkan secara hukum! Kalau ndhak, itu konyol! Seperti yg dilakukan Alvin. Konyol! Sbg ‘lawyer’, logika Alvin ‘melompat-lompat’, ‘bermain-main dg asumsi’ dan bias thd fakta. Saya pernah kritik Alvin di Disway. Jika cara berpikir Alvin yg ‘melompat-lompat’ dan sembrono, mendasarkan pada asumsi dan bukan bukti – contohnya tuduhannya tentang Sambo & Listyo Sigit – tidak segera diperbaiki, Alvin hanya akan terkenal – terkenal ‘banyak bacot’ kayak Sugik Nur – tapi tidak akan pernah sukses sbg ‘lawyer’! Anaknya ikut2 papanya: berani, ‘banyak bacot’, dan konyol. Nasibnya – jika sikap, bicara, dan cara berpikirnya ngikuti papanya – ndhak akan jauh dari papanya. Ngikuti orang konyol akan jadi konyol juga. Lebih konyol lagi Dahlan Iskan, anak yg secara hukum belum dewasa, secara psikologis labil & sdg mencari identitas, telah diperlakukan spt seorang mahasiswa hukum atau lulusan fakultas hukum. Itu tidak memberikan semangat bagi Kate, malah menjerumuskan! Semoga Pak Dahlan Iskan segera menyadari kekonyolannya & memberikan nasihat atau pun masukan kepada Kate agar bisa belajar dari kesalahan papanya. Salam. Rahayu.
Bambang Nursusanto
Hmm…anak yang luar biasa…nampak cerdas dan berani…namun keberaniannya perlu dibarengi dengan nalar dan nurani … perlu belajar lebih banyak…. “terus belajar dan hati hati, nanti akan banyak yang membutuhkan bantuanmu Nak” #salam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi