Khusus wilayah malang sendiri sudah ada lima Kecamatan yang terendam banjir pada senin (17/10/2022) dilansir dari repjogja.republika.co.id Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan Mengatakan sebagian besar wilayah mengalami banjir dan banjir bandang. Untuk wilayah yang terdampak banjir bandang terjadi di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, serta Desa Purwodadi dan Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo. Sedangkan daerah yang mengalami banjir biasa terjadi di Desa Sitiarjo, Di desa Sidoasri, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Lalu Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan pagak. Lalu yang terakhir adalah Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo.
Sedangkan di kabupaten Blitar sendiri banjir cukup parah menerjang Sutojayan, Kalipang, dan Sumberjo Kecamatan Sutojayan. Ada pula wilayah Binangun Kecamatan Binangun, dan Kalitengah Kecamatan Panggungrejo. Untuk wilayah Kabupaten Banyuwangi sendiri yang terdampak banjir ialah di Perumahan Sutri, Perumahan Sobo (kelurahan Sobo) dan juga di pemukiman bantaran sungai Kalilo (kelurahan Tukang Kayu) selain merendam rumah rumah warga, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan, di antaranya Jl. Letjen S Parman Kelurahan Sobo, akibat dari meluapnya sungai Bagong. Adapun wilayah di Provinsi Jawa Timur yang terendam banjir adalah Kota Trenggalek. banjir terparah terjadi di wilayah Kelurahan Tamanan dan Kelutan Kota Trenggalek.
BACA JUGA: Tujuh Puluh Tujuh Tahun Merdeka, Pendidikan Indonesia Masih Terjajah
Jika dilihat dari beberapa wilayah yang terendam banjir ini memang sudah saatnya kita merubah konstruk pemikiran kita mengenai hujan dan banjir ini. banjir yang terjadi di beberapa wilayah Provinsi Jawa Timur ini tidak bisa mengklaim bahwa intensitas hujan yang tinggi ini merupakan penyebab utama dari terjadinya banjir, melainkan ada faktor-faktor lain juga yang mendukung dan mengundang kedatangan banjir itu sendiri.
Salah satu faktor penyebab terjadinya banjir ini adalah kondisi lingkungan yang bisa dibilang tidak baik-baik saja. Banjir yang disebabkan oleh masalah-masalah lingkungan ini dapat dilihat dari bencana yang selalu terjadi setiap tahun. Hal ini berbeda dengan kondisi beberapa tahun lalu dimana banjir yang terjadi dalam kurun waktu dua hingga lima tahun sekali, dan itupun hanya terjadi dalam beberapa waktu.
Misalkan wilayah-wilayah yang memang dari dulu jarang terendam banjir mulai terkena dampak banjir itu sendiri, karena kondisi lingkungan membuatnya menjadi langganan banjir riap tahunnya. Salah satu contoh faktor penyebabnya adalah penambahan izin pembukaan lahan dibeberapa daerah perbukitan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi