Direktur Divisi Investigasi Kejahatan Kekerasan Kepolisian Korsel, Oh Seung-jin, juga mengakui kesalahan dengan mengatakan bahwa saat ini pemerintah tidak memiliki manual khusus untuk mengatasi kerumunan massa yang terjadi dalam jumlah besar.
Kejadian itu bermula saat semakin banyak orang memadati jalan yang menanjak. Kemudian jatuh dan menimpa massa di bawahnya, setelah itu kerumunan panik dan para pengunjung saling injak. Berbagai spekulasi soal penyebab kerumunan bisa berubah menjadi mematikan terus bermunculan. Namun, Sebagian besar publik sampai saat ini meyakini tragedi Itaewon murni kelalaian pengamanan dari pihak berwenang.
BACA JUGA: Terorisme dan R20
Polisi mengakui kesalahan dan meminta maaf. Pejabat lain, termasuk walikota Seoul dan menteri dalam negeri Korea Selatan, juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Walikota Seoul Oh Se-hoon meneteskan air mata selama konferensi pers.
Mendagri Korsel Lee Sang-min yang dipanggil oleh parlemen untuk dimintai keterangan, meminta maaf sambil membungkukkan badan di pertemuan parlemen. Lee menyatakan bahwa sebagai anggota kabinet ia bertanggung jawab sepenuhnya tanpa batas.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol murka usai mengetahui kejadian ini dan mendapatkan laporan bahwa polisi lalai menangani laporan ini. Ia marah karena kepolisian tak segera mengambil tindakan saat menerima 11 laporan tingkat bahaya kerumunan dalam festival itu. Presiden Yoon meminta penyelidikan secara menyeluruh mereka yang bertanggung jawab ditangani secara ketat sesuai hukum dan prinsip.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi