Suatu kejadian seru. Susi kelihatan sangat gelisah. Ketika dia diberitahu, bahwa bohong bisa dihukum maksimal tujuh tahun, dia pucat. Gemetar.
Bisa dibayangkan, galaunya Susi. Dalam kesederhanaan. Dia seolah dikeroyok ‘orang-orang pintar’. Didesak logika bertubi-tubi. Gencar.
BACA JUGA: Pembunuh Meringis Masa Kecilnya Disiksa
Di sisi lain, dia masih bekerja di situ. Harus kerja, demi gaji. Mungkin, dia trauma dengan kematian Yosua. Kepala hancur. Tragis.
Para hakim dan JPU tidak mungkin, dan dilarang oleh aturan, berempati ke pikiran saksi Susi. Yang, mungkin saja butuh dikasihani: Gaji gak seberapa… diancam penjara. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi