Susi: “Om Kuat naik ke lantai dua. Habis itu Om Kuat lihat, Om Yosua mungkin di bawah, mau naik ke atas.”
Hakim: “Loh… kok mungkin? Nanti dulu, belum sampai situ. Inilah kalau ceritanya settingan, ya… Saudara anggap, kami ini bodoh? Saudara menemukan Saudara Putri tergeletak, lalu saudara berteriak berharap siapa pun yang mendengar membantu. Tujuan membantu untuk apa? Untuk menaikkan ke kasur bukan? Tapi saudara malah bercerita saudara Kuat berantem dengan saudara Yosua. Kan, nggak masuk di akal?”
Mata Susi plirak-plirik, kiri-kanan. Tapi tidak bicara.
BACA JUGA: PDI-P Ajukan Puan atau Ganjar, Tunggu Mother Instinct
Ganti, pertanyaan JPU ke Susi. Fokus ke peristiwa di rumah Sambo di Magelang, Senin, 4 Juli 2022 sekitar pukul 22.00. Waktu itu, Putri Candrawathi rebahan di sofa ruang keluarga. Tidak tidur, cuma rebahan.
Di rumah itu selain Putri, ada Susi, Kuat, Eliezer, dan Yosua.
Di BAP, Susi bersaksi, bahwa Yosua membopong tubuh Putri dari sofa, hendak dipindah ke dalam kamar.
Ternyata di sidang tersebut, Susi bersaksi, bahwa kesaksian dia di BAP itu tidak benar. Tidak benar, Yosua membopong tubuh Putri.
JPU: “Di BAP saudara katakan: Sekitar pukul 22.00 WIB, saya, ibu Putri Candrawathi, Kuat, Richard, dan Yosua berkumpul di ruang keluarga. Tiba-tiba, Yosua Hutabarat mengangkat Ibu PC dalam posisi rebahan di atas sofa. Betul itu?”
Susi: “Nggak betul. Ingin angkat, tapi belum sempat mengangkat.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi