Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 11:53 WIB
Surabaya
--°C

Susi Plirak-plirik Diduga Didikte via Earphone

“Lalu, apa yang saudara lakukan?”

“Saya teriak, minta tolong sama om-nya: Om… tolong om… Terus, ibu mulai refleks mendengar saya teriak teriak. Ibu berkata: Jangan om Yosua… Yaudah, saya manggil Om Kuat. Baru-lah, Om Kuat naik ke atas.”

Hakim (heran): “Saya belum nanya Yosua, lho… Kok, saudara langsung sebut Yosua?”

Susi: “Kan, saya teriak. Om Kuat naik ke atas, nemui saya sama Ibu. Terus, Om Kuat nanya ke saya: Bi, kenapa Ibu? Saya nggak tahu om. Habis itu, Om Yosua mau naik ke lantai dua, tapi dihalau Om Kuat.”

BACA JUGA: Mengapa Apartemen di Jakarta Jadi Ajang Pembunuhan?

Susi lagi: “Om Kuat trus tanya ke Om Yosua: Kamu apain ibu? Om Yosua jawab: Saya nggak ngapa-ngapain ibu. Trus, Om Kuat melarang Om Yosua naik. Habis itu saya bilang ke Om Kuat: Udah om… jangan ribut. Tolongin ibu dulu. Terus, saya sama-sama Om Kuat bantuin ibu memapah ke dalam kamar ibu.”

Hakim garuk-garuk jidat. Entah mikir, entah bingung. Tapi wajahnya burem.

Hakim: “Masuk akal nggak sih, cerita suadara ini? Saya tanya, siapa saja yang berada di lantai dua?”

Susi: “Saya dan Om Kuat.”

Hakim: “Kok, saudara bisa memastikan, bahwa Kuat menghalangi Yosua? Tahu dari mana?”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.