Sebuah kasus yang kurang lebih sama terjadi April tahun lalu. Seorang perempuan masuk ke halaman Mabes Polri dan menembakkan senjata ke arah penjagaan. Perempuan itu kemudian dilumpuhkan dan ditembak mati. Dari kartu identitas diketahui ia bernama Zakiah Aini. Motif tindakannya tidak diketahui karena ia keburu ditembak mati.
Banyak kalangan yang menyesalkan tindakan polisi yang mematikan Zakiah Aini. Seharusnya ia bisa dilumpuhkan tanpa harus dimatikan, sehingga motif tindakannya bisa diungkap secara tuntas. Tetapi, karena ia keburu dimatikan maka keterangan yang disampaikan kepada publik sepenuhnya datang dari pihak kepolisian.
BACA JUGA: ”Liz Truss dan Iwan Bule”
Zakiah Aini disebut sebagai bagian dari gerakan terorisme varian baru yang lebih sering bertindak sendirian. Zakiah disebut sebagai ‘’lone wolf’’, alias serigala tunggal, sebutan untuk seseorang yang melakukan serangan kekerasan seorang diri. Atribusi itu berlebih-lebihan jika ditempelkan kepada Zakiah, karena ia sama sekali tidak terlihat seperti penyerang yang terlatih dalam mempergunakan senjata.
Zakiah tidak dikaitkan langsung dengan HTI. Kali ini, penerobos Istana Negara disebut berpaham radikal dan menjadi pendukung HTI. Klaim itu disampaikan oleh petinggi BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), beberapa saat setelah perempuan itu ditangkap. Entah dari mana BNPT bisa mendapatkan kesimpulan yang sangat cepat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi