Akselerasi deklarasi Anies Baswedan oleh Nasdem ini membuat guncang perimbangan politik nasional. Megawati Soekarnoputri, sang supremo PDIP, langsung bereaksi dengan memanggil Joko Widodo, sang petugas partai, ke tempat tetirah Mega di Istana Batutulis, Bogor. Keduanya berbicara panjang sampai 2 jam.
Tidak ada komunike resmi mengenai hasil pertemuan itu. Spekulasi yang berkembang menyatakan bahwa Mega mendesak Jokowi agar segera memecat tiga kader Nasdem yang menjadi menteri, dan melakukan resafel lagi. Spekulasi lain menyebutkan, Mega membujuk dan mendesak Jokowi agar mendukung Puan Maharani sebagai calon presiden pilihan PDIP.
BACA JUGA: Jalan Tengah TNI
Reaksi tajam terhadap Nasdem ditunjukkan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dalam acara seminar memeringati Hari TNI ke-77 Hasto mengibaratkan Nasdem sebagai warna biru pada warna bendera Belanda yang dirobek oleh rakyat Surabaya dalam pertempuran 10 November 1945. Menurut Hasto, warna biru sudah dirobek oleh rakyat dan tinggal warna merah putih.
Metafora ini ditujukan untuk menyindir Nasdem yang sudah mempunyai bakal calon presiden sendiri meskipun masih berada di barisan kabinet Presiden Jokowi. Metafora merobek warna biru ini ditafsirkan sebagai upaya merobek Nasdem dari koalisi pemerintah melalui resafel.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi