Inilah yang kita saksikan produk kebijakan negara selama pemerintahan Jokowi lebih banyak menghasilkan keuntungan bagi para pemilik modal kaum oligarki. Rakyat dianggap sebagai beban, yang pada akhirnya melahirkan negara berbisnis dengan rakyatnya. Pencabutan subsidi BBM, kenaikan tarif listrik dan undang undang cipta kerja adalah bukti nyatanya.
Perubahan politik dan perubahan sosial adalah sebuah keniscayaan, perubahan sosial akan terjadi bila ada perubahan dalam tata perekonomian masyarakat, pertentangan yang terjadi antara kelompok pemilik modal dan negara beserta alat alat produksinya dengan kelompok pekerja. Kalau ini tidak dilakukan maka bukan tidak mungkin akan terjadi gelombang tuntutan perubahan sosial yang massif.
BACA JUGA: Deklarasikan Anies, Nasdem Membuat Cemas Para Benalu Politik
Gelombang tuntutan perubahan sosial dan perlakuan adil itu kini tak lagi hanya sekedar perbincangan, tapi sudah menjadi aksi nyata hampir diseluruh pelosok negeri. Rakyat menemukan harapan dan simbol perubahan itu.
Anies menjadi titik temu harapan dan simbol perubahan yang diinginkan, sehingga nama Anies kini tak lagi sekedar harapan, tapi sudah menjadi simbol perubahan.
Mengapa harus Anies? Tentu ada alasan yang menyebabkan begitu, Anies telah membuktikan selama memimpin Jakarta dengan kerja nyata, menepati janji dan mampu menghadirkan kebijakan yang melindungi dan mengayomi, sehingga Jakarta menjadi kota yang damai, berkeadilan dan toleran. Selain itu Anies dipandang sebagai sosok yang tidak terkontaminasi dengan kepentingan istana dan oligarki.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi