Minggu, 19 April 2026, pukul : 12:49 WIB
Surabaya
--°C

Tragedi Prestasi

Liam Then

Sangat sedih, nelangsa, hal seperti ini bisa terjadi. Alpa besar yang disebabkan oleh ketidakpedulian, alpa besar yang mentolerir ketidakcakapan. Hasilnya nyawa manusia terkorban sia-sia. Mayoritas anak-anak muda yang penuh harapan masa depannya . Tumpuan harapan bapak ibunya. Kejadian seperti ini, bukti bahaya kalau kealpaan di tolerir dan dianggap biasa.

Pryadi Satriana

AREMA MENGGUGAT Ya … Tuhan … Sebagian besar korban begitu muda Anak2 sekolah Rata2 uang saku mereka sekitar 10rb Mereka rela ndhak makan nasi pecel + teh selama 5 hari Demi selembar tiket Yg ternyata Mengantar mereka ke alam baka Aremania itu cuma ‘supporter’ Bukan bajingan … Bukan bangsat … Bukan teroris … Mereka cuma penonton Mereka ndhak ingin ‘tawur’ Mereka ndhak punya ‘pentung’ Mereka ndhak punya ‘pelindung diri’ Mereka cuma mau nonton Dan pulang … Tapi mereka ndhak bisa pulang Tubuh mereka sudah terbujur kaku … Jiwa mereka telah melayang Adakah mereka bertanya: “Why me?” “Kenapa aku mati seperti ini?” “Kenapa aku ndhak bisa pulang lagi?” “Aku ingin pulang …” “Sudah malam, Ibuku menunggu di rumah … ” #aku juga Arema# #aku cuma bisa berbuat ini# #maafkan aku Kawan# #kembalilah ke hadiratNya# #doaku menyertaimu Kawan# #semoga dosamu diampuniNya# #semoga ada di hadiratNya# #Aamiin#

Er Gham

Korban-korban belum tentu perusuh. Mungkin ada keluarga keluarga yang hanya ingin menonton saja. Tapi terjebak asap atau terjatuh dan terinjak saat berebut keluar stadion.

Pryadi Satriana

Suara lirih dari Kanjuruhan: “Bu, aku ingin pulang …” “Bu, aku ingin … ” “Bu, aku … ” “Bu … ”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.